La Nyala.(Foto: cnnindonesia)
La Nyala.(Foto: cnnindonesia)
Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah

Setelah ditetapkan jadi tersangka oleh Kajaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), La Nyala Mattaliti langsung memberika tanggapan atas kasus yang menimpanya.

Tanggapan La Nyalla itu disiarkan secara live di  Indonesia News TV (iNews TV), Rabu (16/3/2016).

Dalam tayangan tersebut, La Nyalla menyampaikan, Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun. Hasbunallah Wa Nikmal Wakil. "Saya menghormati keputusan Kejati Jatim. Saya diduga melakukan tindak pidana korupsi dana hibah," katanya.

La Nyalla mengaku, ia tidak tahu menahu soal dana hibah masuk ke IPO. "Saya tidak tahu menahu dana itu dimasukkan ke Kadin oleh Kusuma Putra," katanya.

Dalam kasus tersebut diketahui telah merugikan negara sebesar Rp 48 miliar. Akhirnya, Pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis kepada dua mantan pengurus Kadin Jawa Timur.

Mereka adalah Wakil Ketum Kadin Jatim Bidang Hubungan Antarprovinsi, Diar Kusuma Putra, dan Wakil Ketum Bidang ESDM Nelson Sembiring.

Menurut La Nyalla, pada 9 Juli 2012 silam, dirinya pulang dari luar negeri dan langsung membuat surat keputusan untuk pengembalian dana hibah tersebut. "Saya perintahkan dana itu dikembalikan," akunya.

Jika saat ini masih dikaitan dengan dirinya, ia tetap akan menghormati keputusan Kejati Jawa Timur. "Saya hormati keputusan Kajati itu," ujarnya santai.

Setelah ditetapkan jadi tersangka, La Nyalla mengaku akan mempergunakan hak hukumnya. Yakni akan mengajuka pra peradilan. "Saya siapkan kuasa hukum untuk maju ke pra peradilan," katanya.

Baca Juga: La Nyalla Resmi Ditetapkan Tersangka

Ditanya apakah ini berkaitan dengan kasus PSSI dengan Kemenpora? La Nyalla mengaku jelas ada kaitannya dengan posisi dirinya sebagai Presiden PSSI.

"Jelas ini mencari kesalahan saya. Ini jelas ada kaitannya dengan sepak bola. Saya bilang ke teman-teman media, saya tidak akan mundur. Saya maju karena pemilik suara di PSSI. Jika akan dicabut, silahkan pemilik suara di lobi. Saya bukan pengkhianat," tegasnya.

La Nyalla mengaku, dirinya akan mundur jika memang terbukti melanggar hukum. "Jika saya terbukti melanggar hukum, baru saya akan mundur," katanya.

Setelah dirinya ditetapkan jadi tersangka, La Nyalla berharap pada pendukung setianya untuk tenang. "Semua pendukung saya harap tenang," katanya.

Selanjutnya, La Nyalla juga mengaku bahwa banyak tekanan pada dirinya soal jabatannya di PSSI. "Soal tekanan banyak sekali. Saya bilang jika mau memundurkan saya, silahkan lobi pemilik suara di PSSI," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati mengeluarkan sprindik namun Sprindik No.Print.86/0.5/Fd.1/01/2016 tertanggal 27 Januari 2016 dan No.Print.120/0.5/Fd.1/02/2016 tanggal 15 Februari 2016.

Terkait Tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim pada 10 Maret 2016 kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (umum) No.Print.256/0.5/Fd.1/03/2016.

Setelah terkumpul lebih dari dua alat bukti yang cukup jelasnya, diterbitkan surat penetapan tersangka No.KEP-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016 yang menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim.

Kejaksaan juga mengeluarkan surat perintah penyidikan No.PRIN-291/0.5/Fd.1/03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang penyidikan perkara tipikor penggunaan dana hibah tahun anggaran 2012 pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim atas nama tersangka La Nyalla Mattalitti. (*)