Pengembangan Pendidikan di Kawasan Perbatasan

Hasan Chabibie (Foto: istimewa)
Hasan Chabibie (Foto: istimewa)

PASURUANTIMES, JAKARTA – Nasib warga Indonesia di perbatasan seolah mengalami keterbelahan identitas, terjebak di antara dua pilihan dan kecintaan negara. Di pedalaman Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, pedalaman Papua dan NTT, beberapa warga negeri ini hidup dalam pelbagai ketertinggalan: akses informasi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Ini fakta di antara gemerlapnya nuansa pendidikan di kota-kota besar dengan sistem kompetitif dan infrastruktur standar internasional.

Tak heran bila perbatasan Indonesia merupakan daerah rawan, karena rasa kecintaan terhadap negara sangat tipis. Terlebih, ketertinggalan di bidang pendidikan menjadikan warga Indonesia di perbatasan merasakan keterbelakangan sebagai warga negara. Menyikapi hal ini, sangat menarik apa yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada beberapa tahun lalu, yang berlanjut hingga sekarang. Di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerataan pembangunaan dan pemberdayaan warga di kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar mendapatkan sentuhan utama. 

1 2 3 4 5 6 Next
Pewarta : Hasan Chabibie
Editor :
Publisher : Ahmad Sukmana
Sumber : TIMES Indonesia
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top