Marhaban Ya Ramadhan (Ilustrasi TIMES Indonesia)
Marhaban Ya Ramadhan (Ilustrasi TIMES Indonesia)
Ramadhan Karim

Puasa adalah suatu ibadah yang diwajibkan dalam Islam bagi orang-orang yang beriman. Puasa mempunyai nilai tersendiri karena pahalanya ditentukan langsung oleh Allah SWT.

Lalu seperti apa berpuasa yang sehat menurut Rasulullah? Dari kajian Litbang TIMES Indonesia, dalam melaksanakan puasa, usahakan melakukan sahur. Karena melakukan sahur adalah sebuah sunnah dan nabi.

Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa di dalam bersahur, banyak berkah yang terkandung, meski hanya dengan minum air putih.

Dengan melakukan sahur, maka diperoleh manfaat sebagai berikut: Menyiapkan energi untuk aktivitas disiang harinya. Menurunkan keasaman dari cairan isi lambung, meski dengan air putih.

Pada sebagian orang, minum air putih di pagi hari diangggap sebagai obat, hal ini disebabkan air yang di minum pagi hari dalam jumlah banyak akan dengan mudah di keluarkan melalui air kencing, bersama-dengan kototran-kotoran yang berasal dari dalam tubuh.

Selanjutnya, hindari tidur setelah Sahur. Mengapa? Karena tidur setelah sahur atau juga pada siang hari, jelas kurang baik bagi lambung yang sedang mengalami perandangan, karena tidur akan menyebabkan peningkatan gerak saluran cerna sehingga pengosongan lambung lebih cepat, pengeluaran asam lambung juga meningkat.

Tips selanjutnya adalah walau dalam keadaan puasa, jangan meninggalkan aktivitas meski hanya membaca Al Quran atau buku dan melakukan aktivitas lainnya.

Jika seseorang itu terjaga apalagi beraktivitas, maka otak akan merangsang keluaran hormone katekolamin. Hormone ini mempunyai efek mengurangi keluaran asam lambung dan enzim pencernaan, mengungi gerak usus, serta menghancurkan simpanan gula dan lemak yang ada didalam tubuh.

Saat melaksanakan puasa, hindari sara stres. Karena stress apapun bentuknya dapat menyebabkan dua efek negatif sekaligus. Pertama, sekresi asam lambung berlebih yang dapat merusak dinding lambung dengan cepat.

Kedua, menipiskan lapisan lender pelindung dinding lambung. Jadi, dinding lambung sangat beresiko terjadi perlukaan bila seseorang sedang menghadapi tekanan atau stress.

Atasi stress dengan meningkatkan ketaqwaan pada Allah dengan berdiam diri di masjid dan memnaca Al Quran.

Selanjutnya, selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, hindari mengkonsumsi obat dan makanan yang dapat merusak lambung. Misalnya, beberapa obat seperti golongan steroid, asam salisilat dan makanan dengan bahan pengawet serta berkarbonasi, diketahui mempunyai resiko merusak dinding lambung.

Selain itu, orang yang sedang berpuasa, jika akan berbuka, makan secukupnya sesuai dengan anjuran Rasulullah. Yakni, makanlah bila terasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

Jika makan tidak terlalu kenyang juga menjadikan dinding lambung tidak akan teregang terlalu kuat sehingga akan mengurangi nyeri dan efek robekan pada dinding yang meradang.

Terakhir menyegerakan saat berbuka atau makan malam. Maksudnya, menyegerakan berbuka dengan dengan makanan yang manis akan mengembalikan stamina ke kondisi semula. Namun, jika berlebihan maka akan menimbulkan efek seperti radikal bebas yang bisa memicu timbulnya kerusakan dinding pembuluh darah seperti atherosclerosis (penyempitan dinding pembuluh darah).

Bagi orang yang menjalankan ibadah puasa, makan malam adalah hal yang penting. Namun, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Padahal makan malam penting dalam mencegah kerusakan dinding saluran cerna.

Karena, seperti diketahui sekresi cairan lambung dan cerna pada malam hari dan terlebih saat tidur, akan lebih tinggi dibanding siang hari. Selamat menunaikan ibadahn puasa.(*)