Menimbang Seleksi Masuk Mahasiswa Calon Pendidik

Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUANTIMES, MALANGWahyu Widodo*

Guru, yang sekarang disederhanakan menjadi pendidik, menjadi diskursif penting dalam pembenahan sistem pendidikan kita. Pangkalan data (Forlap Dikti) menunjukkan bahwa jumlah pendidik yang diproduksi oleh prodi kependidikan baik PTN maupun PTS di Indonesia mencapai ratusan ribu orang per tahun. 

Akan tetapi, kebutuhan pendidik hanya mencapai puluhan ribu orang per tahun. Selain itu, jumlah mahasiswa yang menempuh program kependidikan (berpotensi sebagai calon guru) sejumlah 1.230.893. 

Hal ini mengisyaratkan bahwa jumlah pendidik-pengangguran akan terus bertambah tiap tahun ke depan. Sarjana kependidikan yang tidak terserap  di institusi pendidikan akan "mempertahankan hidup" dalam bidang lain.

Bidang kerja yang mereka tekuni tentunya tidak selaras dengan kompetensi yang mereka peroleh di bangku kuliah. Hal ini adalah konsekuensi tidak adanya analisis kebutuhan pendidik di Indonesia,yang digunakan sebagai acuan penerimaan calon pendidik selama kurun waktu tertentu.

Ketiadaan analisis kebutuhan tersebut berakibat pula pada tidak terbendungnya pembukaan prodi kependidikan di sejumlah kampus di tanah air, yang berjumlah 4.812 (jumlah program studi terbanyak). Lantas bagaimanakah dengan kompetensi pendidik kita?.

1 2 3 4 5 6 7 8 Next
Editor :
Publisher : Alwan Muhammad
Sumber : TIMES Indonesia
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top