Belum Terpakai, Pasar Desa Wisata Sidomulyo Sudah Rusak

Kondisi plafon dan jendela kaca yang rusak di pasar desa wisata Sidomulyo yang belum ditempati. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kondisi plafon dan jendela kaca yang rusak di pasar desa wisata Sidomulyo yang belum ditempati. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

PASURUANTIMES, BATU – Masih belum dimanfaatkan, Pasar Wisata Desa Sidomulyo sudah terlihat mengalami kerusakan di beberapa titik. Kerusakan itu terlihat pada kaca jendela dan plafon atau langit-langit pasar.

Terlihat seperti ruangan yang nantinya bakal dimanfaatkan untuk kantor itu terdapat sebuah kaca jendela. Tetapi kaca sudah pecah, informasi dari warga sekitar rusaknya kaca karena pecah itu dikarenakan memang sengaja dirusak.

Pecahan kaca yang cukup besar, menurut warga adayang sengaja menghantam jendela dengan menggunakan batu. Sehingga jendela kaca itu pecah dengan ukuran yang cukup besar.

Tetapi untuk serpihan kaca tidak ada, kemungkinan sudah dibersihkan oleh warga sekitar. Di sisi lainnya, juga terlihat terdapat plafon atau langit-langit yang hilang atau bolong. Terlihat runtuhan plafon itu masih berserakan tepat di bawahnya.

Padahal di sisi ruang toko lainnya terlihat kondisinya cukup bagus. Di sudut toilet yang dibangun cukup modern itu juga kondisinya terlihat rapi meski belum terpasang dengan saluran air.

Pembangunan desa wisata ini diketahui sudah berakhir pada Oktober 2017 silam. Namun setelah bangunan itu selesai, banyak permintaan dari calon pedagang yang menempati agar diberi fasilitas lainnya sehingga penempatan pasar desa wisata tertunda.

Pertama dikarenakan pedagang ingin ada penambahan fasilitas rolling door. Keinginan pedagang itu sebagimana disampaikan oleh pihak Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

“Pemerintah desa meminta kepada Pemkot Batu agar ditambahi rolling door,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Karena usulan itulah, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu belum bisa meresmikan pasar desa wisata tersebut. Meskipun sesuai dengan konsep awal Pasar Desa Wisata Sidomulyo tersebut terbuka atau tanpa adanya rolling door. 

Namun dikarenakan pertimbangan keamanan, dan banyaknya permintaan dari calon pedagang dan pihak desa setempat, maka akan dilakukan penambahan fasilitas.

"Dinas terkait belum bisa meresmikan pasar tersebut. Karena masih perlu penambahan fasilitas rolling door, tetapi tahun ini bakal diwujudkan,” katanya.

Sementara itu, di Pasar Desa Wisata Sidomulyo ini sudah berdiri 30 kios untuk para pedagang dengan ukuran, lebar 3 meter dan panjang 3 meter. Warna cat tembok pasar ini yakni peach, perpaduan hijau dan merah. Lalu di dinding depan pasar ini ada lukisan-lukisan seperti bunga mawar dan sayur-sayuran. 

Anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,6 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD Kota Batu 2017 ditambah bantuan dari pemerintah pusat melalui program penunjang daerah wisata.

Nantinya 30 bedak itu akan dimanfaatkan untuk menampung beragam produk masyarakat, mulai dari buah, suvenir, bunga, makanan dan minuman, termasuk oleh-oleh. Sedangkan para pedagang yang menempati merupakan warga asli setempat.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top