Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pejuang HAM Munir, Sang Istri Malah Kecewa

Penghargaan kepada belasan aktivis dan sastrawan yang dihelat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (foto: Twitter @cakimiNOW)
Penghargaan kepada belasan aktivis dan sastrawan yang dihelat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (foto: Twitter @cakimiNOW)

PASURUANTIMES, MALANG –  Ajang penghargaan kepada belasan tokoh pejuang kemanusiaan yang digelar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar rupanya membuat istri almarhum pejuang hak asasi manusia (HAM) Munir, Suciwati, kecewa. Suciwati menyampaikan kekecewaannya itu melalui akun Twitter milik Omah Munir, yakni @OmahMunir. 

"Sebagai politisi sungguh tidak bermoral menggunakan isu HAM untuk kepentingan sesaat apalagi urusan mau jadi Calon Wakil Presiden. Saya menolak Munir dijadikan dagangan politik dan tidak akan pernah mendukung politisi tidak bermoral meraih posisi apapun (Suciwati Munir)," tulis akun tersebut seraya menyertakan tagar #tolakpolitisasiHAM. 

Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin menggelar acara penghargaan kepada aktivis dan sastrawan. Di antara belasan nama yang diberi tanda jasa adalah Munir. Selain itu, ada nama-nama seperti aktivis Wiji Thukul, sastrawan W.S. Rendra, aktivis perempuan Marsinah, dan sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pemberian penghargaan dilakukan pada Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 13.00 WIB di Gedung Joeang kawasan Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. 


Cuitan istri pejuang HAM Munir, Suciwati, yang menyatakan kecewa terhadap ajang penghargaan yang digelar oleh Muhaimin Iskandar (foto: Twitter)

Ajang tersebut disiarkan Muhaimin di akun Twitter miliknya, @cakiminNOW pada Selasa (31/7/2018) kemarin. Politisi kelahiran Jombang 24 September 1966 itu menulis sebagai berikut. "Beliau beliau tak boleh dilupakan, kemanusiaan terjaga karena kita memiliki mereka, mereka adalah nurani kita." Postingan Muhaimin akan penghargaan yang ia helat juga disertai poster yang menampilkan wajah-wajah para aktivis dan sastrawan. 

Sementara, kekecewaan juga datang dari Omah Munir. Admin Omah Munir dengan akun @OmahMunir menuliskan tanggapannya terhadap acara penghargaan Muhaimin Iskandar itu. "Sore Cak. Akan lebih berguna jika hal yang lebih penting dalam kasus cak Munir Anda pertanyakan dibanding hanya menjadikan komoditi politik saja. Kapan Joko Widodo mempublikasikan TPF Munir? Menuntaskan kasus Cak Munir? Kapan?" tulis @OmahMunir.


Balasan Wakil Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zainul Munasichin (foto: Twitter)

Kekecewaan Omah Munir dan Suciwati rupanya ditanggapi Wakil Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zainul Munasichin. "Komitmen PKB terhadap penuntasan kasus Munir insya Allah tidak berkurang sedikit pun," kata pria yang juga staf khusus menteri pemuda dan olahraga itu. 

Tidak hanya Zainul. Panitia acara juga membalas kekecewaan Suciwati lewat akun Twitter @Agustia91335966. "Kami atas nama panitia menyampaikan permohonan maaf kepada mbak Suci dan keluarganya atas kejadian tersebut. Atas niat baik kami berikan kepada Cak Munir karena jasa-jasa Cak Munir dalam memperjuangkan kemanusiaan," tulisnya. (*)

 

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top