Gempa Lombok Picu Gempa Besar Selatan Jawa-Selat Sunda, Hoax atau Bukan?

Ilustrasi Gempa Bumi (sulselsatu.com)
Ilustrasi Gempa Bumi (sulselsatu.com)

PASURUANTIMES, MALANG – Masyarakat kembali digegerkan dengan meluasnya video di twitter mengenai gempa Lombok yang akan mengaktifkan gempa megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda. Kabar simpang siur itu pun masih terus berembus hingga hari ini.

Menanggapi itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan, isu mengenai gempa Lombok yang akan memicu aktifnya gempa megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda adalah kabar bohong (hoax). Kedua gempa tersebut dinilai memiliki sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh.

"Itu hoax, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa megathrust selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," kata Dwikora melalui keterangan tertulisnya.

Menurut dia, gempa Lombok merupakan gempa yang mempunyai aktivitas yang berbeda dengan gempa megathrust. Gempa Lombok dibangkitkan oleh patahan aktif. Sedangkan gempa megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi.

Dwikorita menilai, kabar bohong tersebut sengaja diembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kepanikan di masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada cara ataupun teknologi untuk memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.

"Potensi gempa kuat di zona megathrust selatan Jawa dan Selat Sunda seperti halnya zona megathust Mentawai adalah hasil kajian yang siapa pun tidak tahu kapan terjadinya," ucapnya.

Lebih lanjut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai kabar bohong yang banyak beredar lewat media sosial. BMKG sendiri, tambah dia, terus meng-update prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami selama 24 jam penuh.

"Pastikan informasi hanya diperoleh dari BMKG. Selain lewat website, masyarakat juga bisa memantau akun media sosial BMKG serta melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Apple Store dan Google Play Store," ungkapnya. 

Gempa megathrust sendiri merupakan gempa besar yang sangat berbahaya. Kekuatan gempa bisa mencapai 9 skala richter (SR), bahkan bisa lebih. Gempa ini sering terjadi di zona penunjang atau wilayah geologis, saat satu lempeng tektonik bergeser ke bawah lempeng lainnya dan batas antara lempeng-lempeng tersebut patah. Gempa Aceh pada tahun 2004 merupakan salah satu contoh terjadinya gempa megathtust yang pernah terjadi di Indonesia.(*)

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top