Remaja 17 Tahun 21 Kali Curi Kendaraan Bermotor, Dibekuk saat Gasak Mobil

Ilustrasi pencurian mobil (rakyatkunews)
Ilustrasi pencurian mobil (rakyatkunews)

PASURUANTIMES, MALANG –  Catatan kejahatan MA alias Bid cukup mencengangkan meski usianya masih di bawah umur. Remaja 17 tahun warga Jalan Gapuro, Desa Pandan Landung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, itu termasuk kelas kakap dalam pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Betapa tidak. MA telah puluhan kali beraksi di berbagai tempat bersama komplotannya. Tercatat sudah 21 kali dia menggasak kendaraan bermotor. Bahkan tak hanya sepeda motor yang dia curi. Pernah satu kali MA mencuri sebuah mobil.

Dalam beraksi, MA tidak sendiri. Dia bersama empat kawannya beraksi secara berkelompok dengan berkeliling mencari sasaran motor yang ada di pinggir jalan. 

Dari empat kawannya, satu orang berhasil dibekuk polisi bersama MA, yakni Slamet Santoso alias Gotem (24), warga Kebun Kunto, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Dibekuknya MA dan Gotem terjadi setelah terungkapnya aksi pencurian mobil berjenis Honda Accord tahun 1980 warna merah bernopol W 1863 PE yang sedang diparkir di pinggir Jl Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, 29 Juli 2018 lalu. Modusnya, pelaku saat itu berkeliling. Saat di TKP, pelaku melihat mobil korban dalam keadaan terbuka.

Setelah itu pelaku masuk ke dalam mobil dan selanjutnya menyalakan monil dengan kunci kontak motor. "Percobaan itu pun berhasil. Pelaku akhirnya langsung membawa kabur mobil tersebut," ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK melalui Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta.

Kala itu, usai mencuri mobil, MA menggunakan mobil tersebut untuk ngopi di kawasan Stasiun Kota Malang. Polisi yang langsung melakukan penyelidikan setelah mobil hilang akhirnya menemukan mobil tersebut terparkir di depan Stasiun Kota Malang. 

Polisi menunggu siapa orang yang masuk ke mobil itu. Hingga akhirnya diketahui MA usai ngopi kembali masuk ke mobil tersebut. Saat masuk itulah, polisi langsung membekuk MA. Dari hasil pengembangan, akhirnya Gotem berhasil dibekuk. "Sementara itu. Tiga rekan pelaku masih dalam pengejaran," ucap Anang.

Polisi juga tengah mencari keberadaan moto-motor hasil curian yang dijual komplotan MA. Dari pengakuan sementara, hasil penjualan motor curian tersebut digunakan pelaku untuk berfoya-foya. 

"Satu pelaku kami limpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota karena masih anak-anak. Pasal yang dikenakan terhadap pelaku yakni pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman tujuh tahun penjara," pungkas Anang. (*)

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top