Munangim, TKI yang Meninggal Diamuk Gajah Afrika di Mata Keluarga

Istri Munangim, Siti Marianah bersama putra bungsunya yang masih belum mengerti jika ayahnya sudah meninggal (foto: Joko Pramono/TulungagungTIMES)
Istri Munangim, Siti Marianah bersama putra bungsunya yang masih belum mengerti jika ayahnya sudah meninggal (foto: Joko Pramono/TulungagungTIMES)

PASURUANTIMES, TULUNGAGUNG – Di mata keluarga, Munangim, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal akibat diserang gajah di Gabon Afrika merupakan sosok yang bertanggungjawab.  Di mata istrinya dia begitu dihormati sebagai sosok ayah dan suami. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Munangim harus rela berpisah dengan keluarga tercintanya demi kesejahteraan keluarganya.

Dari penuturan istrinya, Siti Marianah, Munangim pernah bekerja di Bali selama 3 tahun demi menghidupi keluarganya.

“Dia orangnya bertanggungjawab, dulu pernah bekerja di Bali sebagai penjahit selama 3 tahun,” ujar Siti dengan mata sembab menahan kesedihan.

Selain bertanggungjawab, sosok Munangim juga merupakan suami dan ayah yang sabar. Tak pernah sekalipun keluar kata kasar dari mulut lelaki yang juga menjadi Takmir di salah satu masjid di Ngantru itu.

“Enggak pernah berkata kasar, orangnya sabar,” imbuhnya sambil menahan tangis.

Sehari- hari sebelum berangkat ke Gabon, Munangim bekerja sebagai penjahit di rumahnya. Tak ada firasat apapun yang dialami oleh Siti. Namun kemarin suaminya tidak menghubunginya via telepon. Bahkan saat dirinya mencoba menelpon balik, telepon seluler milik Munangim tidak bisa dihubungi. Padahal biasanya pasangan suami istri itu selalu berkomunikasi lewat telepan 3 kali dalam sehari.

“Bisanya telepon kok tumben enggak telepon, lalu saya telepon balik enggak bisa dihubungi,” tuturnya sambil menahan air mata yang mulai mengumpul di sudut matanya.

Pihak keluaga berharap agar jenazah Munangim bisa segera dipulangkan dan dikuburkan dengan layak di tempat kelahiranya. Saat ini pihak keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah Munangim.

Munangim pergi dengan meninggalkan 1 istri dan 3 anak, 2 diantara anaknya masih anak-anak. Satu anaknya masih bersekolah kelas 4 sekolah dasar dan yang terkecil masih berusia 3 tahun. Putra bungsunya sendiri belum mengerti  jika bapaknya sudah meninggal, pasalnya saat ditinggal bekerja di Gabon masih berusia 2 tahun.

Sejak berita ini ditulis, pihak pemdes (pemerintah desa) maupun dari Dinas Tenaga Kerja Pemkab Tulungagung juga belum menyambangi kediaman Munangim.

Sebelumnya, diberitakan seorang TKI asal Tulungagung, Munangim harus meninggal dunia di Gabon, Afrika setelah diamuk oleh kawanan gajah liar di perkebunan kelapa sawit tempatnya bekerja. Saat itu Munangim sedang membersihkan rumput di sekitar areal perkebunan. Tiba-tiba datang kawanan gajah liar yang langsung berlari menuju Munangim.

Nahas, Munangim tidak bisa menghindar dari amukan kawananan gajah itu yang berujung pada kematiannya. Saat ini pemulangan jenazah Munangim sedang dalam proses pemulangan

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top