Mengapa Harga Hotel pada Situs Online Ticket Agent Lebih Murah dari Walk In? Ternyata Ini Penyebabnya

(traveloka)
(traveloka)

PASURUANTIMES, MALANG – Bepergian ke luar kota kerap memaksa pelancong untuk tahu betul tarif kamar hotel. Memantau dari jarak jauh tidak hanya bisa dilakukan dengan menelepon hotel tersebut, melainkan dengan menggunakan situs Online Travel Agents (OTA).

Jika Anda jeli terhadap rate harga pada hotel dan OTA keduanya memiliki perbedaan dan setiap waktu dapat berubah sesuai dengan occupancy hotel saat itu. Tidak hanya itu, jika beruntung Anda akan mendapat rate yang lebih murah di OTA dibanding dengan harga jika memesan dengan walk in.

Pertanyannya apakah OTA merugi dengan memberikan harga yang lebih murah dibanding dengan rate kamar jika memesan langsung di hotel?

Sales and Marketing Manager Whiz Prime basuki Rahmat Malang Yusnie Azhari mengungkapkan bahwa tidak selalu rate kamar hotel lebih murah dari OTA jika dibandingkan dengan rate kamar saat memesan langsung ke hotel.

“Seringkali justru sebaliknya rate OTA malah lebih mahal dari pesan langsung ke hotel,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yuszie ini menjelaskan bahwa jika pelanggan mendapatkan harga lebih redah lewat OTA, maka saat itu online agent yang bersangkutan sedang punya promo tersendiri atau mendapatkan subsidi langsung dari online agent bersangkutan.

“Kalau dapat murah itu karena subsidi dari OTA-nya, tapi harga yang kami berikan tetap sesuai dengan harga yang kami patok di awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusnie menjelaskan sistem komisi yang diterapkan hotel yang turut dikelolanya saat ini, besaran komisinya bervariasi untuk tiap-tiap OTA. Rata-rata komisi yang diberikan sebesar 15 persen dari harga room. Harga yang diterapkan pun fluktuatif menyesuaikan dengan occupancy hotel dan ketersediaan kamar.

“Sistemnya allotment, jadi kalau kamar ada kami buka, kalau kamar mau habis, kami tutup allotment nya,” imbuhnya.

Sales Marketing Gets Hotel Malang Afanda mengungkapkan hal yang serupa terkait dengan perbedaan harga yang lebih murah pada OTA. Dia mengungkapkan hal tersebut terjadi karena OTA bersangkutan mengambil keuntungan yang lebih sedikit dari komisi yang semestinya diberikan.

“Setau aku, mereka bisa pasang harga berapa saja. Misalkan kita kasih komisi 15 persen dari harga room, mereka memilih untuk mendapatkan keuntungan lebih sedikit dari komisi jadi mereka tetap tidak rugi,” jelasnya.

Fanda memberi ilustrasi, jika sebuah hotel mematok harga Rp 450 ribu untuk rate sebuah kamar dengan komisi 15 persen, maka OTA bisa memberi harga lebih murah. Rate yang sudah dipatok dikurangi komisi 15 persen.

“Misalnya harga yang dipatok Rp 450 ribu dipotong 15 persen tinggal  Rp 382,5 ribu. Merek masih bisa menjual dengan harga di atasnya misalnya dijual dengan harga Rp 400 ribu. Mereka masih untung tapi tidak banyak,” paparnya.

Fannda menambahkan lebih dari 55 persen occupancy hotel yang dikelolanya, hampir 50 persennya disumbang dari OTA. “Biasanya malah ada tamu yang walk in, tapi mereka minta disamakan dengan rate OTA. Selagi harganya masih tidak terlalu jauh dengan harga yang kami tetapkan bisa kita turuti,” pungkasnya.

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top