Gubernur Soekarwo Yakin Aset Bank Jatim Capai Rp 100 Triliun

Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka jalan sehat.
Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka jalan sehat.

PASURUANTIMES, SURABAYA – Gubernur Jatim Soekarwo membuka jalan sehat dalam rangka  Dirgahayu  Bank Jatim 57 Tahun di Lapangan Lenmarc, Surabaya, Sabtu (18/8) pagi.

 Soekarwo mengatakan tahun ini Bank Jatim berumur 57 tahun. Dengan semakin bertambahnya umur, Bank Jatim harus memiliki visi yang hebat, yaitu diharapkan pada tahun 2024 asetnya di atas Rp 100 triliun.

“Dilihat dari kemajuan Bank Jatim sampai saat ini, bukan tidak mungkin aset diatas Rp 100 triliun bisa dicapai lebih cepat, yaitu pada tahun 2022. Salah satu upaya adalah merangkul UMKM untuk menjadikan Bank Jatim sebagai salah satu sumber pembiayaan, ” ujarnya.

Pakde Karwo -sapaan akrabnya- menjelaskan alasan UMKM harus dirangkul oleh perbankan, khususnya Bank Jatim. Itu karena jumlahnya tiap tahun meningkat. Pada tahun 2006 dilakukan sensus, jumlah UMKM sebanyak 4,2 juta. Kemudian meningkat pada tahun 2012, ada sebanyak 6,8 juta. Selanjutnya, pada sensus  tahun 2016 meningkat lagi yaitu menjadi 9,59 juta UMKM di Jatim. 

Selain itu, keberadaan UMKM yang banyak juga berperan terhadap PDRB Jatim. PDRB Jatim meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2012, UMKM menyumbang hanya 54,98 persen dan saat ini naik menjadi 57,2 persen terhadap PDRB. Oleh sebab itu, dengan melihat capaian pada tahun 2017, menjadi kesempatan untuk biayai UMKM yaitu melalui potensi kredit.

Ada sekitar Rp 1.161 triliun yang menunggu landing kredit dari perbankan. Dari angka tersebut, landing kredit yang diberikan bank sekitar Rp 52 triliun. “Masih ada ruang lebar sekali yang harus dilakukan, dan Bank Jatim harus menjadikan ini sebagai kesempatan emas,” tegas Pakde Karwo.

 Dengan peluang seperti itu, Pakde Karwo mengusulkan tiga hal. Yaitu Bank Jatim harus melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM), menggunakan informasi teknologi (IT)  dan meningkatkan profesionalisme keuangan untuk meningkatkan kredit.

”Hal tersebut harus dilakukan karena kondisi pasar yang sangat bagus, dan Bank Jatim sangat cepat beradaptasi. hal tersebut menjadi penunjang agar pada tahun 2.022 aset Bank Jatim lebih dari Rp 100 triliun,” ujarnya.

Soekarwo menambahkan, apabila tiga usulan tersebut bisa dilakukan, pertumbuhan Jatim bukan 5,5 persen tapi 6 persen. Selain itu, Jatim menjadi backbone  perekonomian Indonesia karena 14,92 persen ekonomi nasional disumbang oleh Jatim.” Saya juga mendukung adanya konsep one Dirut one innovation dengan tujuan agar ada banyak inovasi di bidang perbankan di dalam Bank Jatim,” tambahnya.

Jalan Sehat dalam rangka  Dirgahayu  Bank Jatim 57 Tahun diikuti sekitar 1.000 karyawan Bank Jatim. Turut hadir, Dirut Bank Jatim Soeroso, Ketua Dekranasda  Jatim Nina Soekarwo dan Pj Sekdaprov Jatim Jumadi. Gerak jalan diawali dengan senam bersama. (*)

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top