PDI Perjuangan Kota Malang Tarik Caleg Tersangka Korupsi, Kebut Proses PAW Anggota Dewan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Dian Riana Kartika saat ditemui di kantornya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Dian Riana Kartika saat ditemui di kantornya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PASURUANTIMES, MALANG – Langkah tegas diambil oleh DPC PDI Perjuangan atas kader-kadernya yang terjerat kasus korupsi. Pasalnya, dari 11 kursi yang diduduki partai berlambang banteng moncong putih itu, sembilan nama telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran. 

Partai bakal menarik nama-nama anggota DPRD Kota Malang yang mencalonkan kembali dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. PDI Perjuangan juga tengah memproses pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota fraksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Dari awal sebenarnya DPC itu sudah mengambil langkah-langkah terkait kasus teman-teman fraksi yang sekarang mereka hadapi," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

"Langkah awal, kami akan mengganti caleg (calon legislatif) di KPU yang sekarang mencalonkan diri lagi. Tentunya kami juga akan segera melakukan proses PAW, mengganti lima orang yang sekarang ditahan KPK," terangnya.

Hal itu dilakukan agar roda pemerintahan di Kota Malang, terutama kedewanan tetap berjalan dengan baik. Meski demikian, Made menegaskan bahwa mekanisme PAW tetap sesuai dengan aturan internal partai yang ada. "Segera setelah ini kami rapat pleno di DPC, mengusulkan ke DPD dan DPP nama-nama pengganti dewan yang sekarang ditahan," urainya.

Selain itu, setelah ini pihak DPC juga akan melakukan konsolidasi di tingkat pusat dan daerah untuk menginformasikan tentang langkah-langkah yang sudah dilakukan. "Kami konsolidasi agar struktural di tingkat PAC, ranting dan anak ranting mengetahui bahwa DPC PDIP sudah memgambil langkah-langkah terkait kasus ini," tuturnya.

Mengenai PAW, menurut Made pihaknya sudah melakukan proses untuk anggota dewan dari Fraksi PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka gelombang pertama. Seperti diketahui, pada 11 Agustus 2017 KPK menetapkan M Arief Wicaksono sebagai tersangka. Disusul oleh Suprapto, Tri Yudiani dan Abdul Hakim yang ditetapkan pada 21 Maret 2018. "Untuk yang gelombang pertama sudah kami siapkan (PAW) dan diproses di sekwan (Sekretaris DPRD Kota Malang). Empat orang sudah turun rekomendasi dari DPP," ujarnya.

Menurut Made, di aturan internal PDIP, proses PAW harus berdasarkan rekom dari DPP. Dia merinci, pengganti untuk M Arief Wicaksono atas nama Retno Mastuti, Abdul Hakim diganti Bambang Heri Suyanto, Tri Yudiani posisinya diisi Heri Susapto, sementara pengganti Suprapto atas nama Luluk Juriah.

Nama-nama itu, lanjutnya, sesuai dengan aturan yang berlaku. Yakni caleg yang perolehan suaranya di bawah masing-masing anggota dewan. Sementara untuk nama-nama anggota DPRD Kota Malang Fraksi PDIP yang ditetapkan tersangka kemarin (3/9/2018), pihaknya masih menunggu mekanisme internal di partai. "Gelombang kedua masih belum. Pengusulan PAW melalui rapat pleno di DPC, diusulkan ke DPD baru ke DPP memberi rekomendasi. Setelah rekomendasi turun, baru dikirim ke sekwan," urainya.

Sementara itu, pihak DPC juga bakal kembali melakukan restrukturisasi pengurus di tingkat cabang maupun anak cabang. Untuk diketahui, PDI Perjuangan sebelumnya telah melakukan pergantian pejabat partai usai penetapan tersangka pertama. "Untuk yang lima orang di gelombang kedua ini, ada dua ketua PAC yaknu dr Teguh Mulyobo dan Arief Hermanto. Ada juga ada dua pengutus DPC dan satu bendahara PAC," urainya. 

"Instruksi dari DPP sudah turun untuk segera membuat restrukturisasi lagi di tingkat PAC," tambahnya. Dalam waktu dekat, pihak partai akan segera melaksanakan rapat di tingkat pengurus anak cabang (PAC) untuk menentukan ketua baru. "Menjelang pileg dan pilpres ini kami akan menyiapkan semua struktural partai jangan sampai ada jabatan yang kosong," ujarnya.

Saat ini, lanjut Made, para anggota legislatif yang masih menjabat juga mendaftarkan diri sebagai caleg. Nama-namanya yakni Diana Yanti, Erni Farida, dr Teguh Mulyono, Arief Hermanto, Hadi Susanto yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sementara dua kadernya, masih berstatus anggota aktif DPRD Kota Malang yakni Tutuk Hariyani dan Priyatmoko Oetomo. 

"Kemarin, sebelum status mereka ditetapkan sebagai tersangka, hak politik mereka tetap ada. Sehingga saat mereka mendaftarkan dan tetap kami daftarkan. Tapi setelah ditetapkan statusnya jelas maka kami sudah dapat instruksi dari DPP menarik semua nama incumbent yang mendaftarkan diri lagi itu diganti dengan nama cadangan yang kami siapkan," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Inilah 9 Fakta Pembunuhan Sadis Jumat Keramat di Bangoan

    Pembunuhan tragis di Desa Bangoan yang dilakukan Matal (48) terhadap tetangganya Barno (65) dan Musini (60) masih menyisakan misteri. Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan Jumat (16/11) sore itu.

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

    Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sen

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top