Film A Man Called Ahok Siap Tayang,  Ini Reaksi Warganet

Poster film A Man Called Ahok (Ist)
Poster film A Man Called Ahok (Ist)

PASURUANTIMES, MALANG – Setelah Joko Widodo (Jokowi) diangkat ke layar lebar, kini giliran Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal Ahok yang siap-siap menyapa penonton Indonesia. 

Sebuah film berjudul "A Man Called Ahok" yang disutradarai Putrama Tuta dengan presenter yang juga VJ, Daniel Mananta, yang akan memerankan Ahok,  telah ramai di media sosial. Bukan hanya mengenai poster film yang memang telah bertebaran di medsos, tapi juga berbagai komentar miring atau negatif serta dukungan dari kubu lain yang ada  di dunia maya.  

A Man Called Ahok yang direncanakan sebagai film keluarga mengenai kisah hidup Ahok. Film ini juga fokus bercerita tentang hubungan Ahok dengan ayahnya, Kim Nam. Khususnya cara Kim Nam mendidik Ahok menjadi pria dewasa.

Di mata warganet yang kontra, hal itu ditarik menjadi ranah pribadi dan tentunya politis. Sedangkan yang pro ikutan menunggu dan akhirnya berperang melawan yang kontra. 

Benar apa yang ditulis oleh @rolandbrilianto :"INDONESIA ITU CMN PUNYA 2 KUBU. 1.Kubunya JokowiXAhok. 2.Kubunya Prabowo+Anies+Habib Rizieq. Udah Titik. "

Lihat saja komentar seperti di bawah ini : Penista kok dibikin film? tulis @farhansur_ya. Yang langsung disambar dengan komentar @awok_dlazyiest, "Nunggu filmnya habib riziek sxan... yg genre dewasa 21xx.. ". 

@zlack_k pun menulis,  bahwa dirinya secara terang-terangan menunggu para warganet berkomentar mengenai Ahok yang disebut penista tapi diberi penghargaan berupa film biografi. "... Masih menunggu, " tulisnya. 

Tentunya tidak perlu lama menunggu. Ratusan komentar warganet membanjiri berbagai akun medsos mengenai akan tayangnya film A Man Called Ahok tersebut. Dari komentar standar sampai caci maki yang akhirnya menyeret berbagai tokoh nasional. Seperti yang dituliskan @rolandbrilianto. Dari soal penistaan agama yang membuat Ahok dipenjara  sampai pada kasus perceraian dan ramainya media massa dan medsos atas kabar Ahol akan menikahi seorang polwan. 

@mhanifsyauai,  "Lah kenapa pada bawa2 agama? org ini film bukan sangkut paut sma agama? Kan dia udh dihukum noh, apalagi? Ada gak muslim disuruh ngehujat org? ga kan? Nyantai awe aku juga muslim, " tulisnya. 

Film berjudul A Man Called Ahok ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Rudi Valinka alias Kurawa. Buku tersebut berisikan kumpulan kicauan Kurawa lewat Twitter tentang kehidupan lampau Ahok di Belitung Timur.

Karakter Ahok dewasa diperankan oleh Daniel Mananta dan Ahok muda diperankan oleh Eric Febrian. Sementara itu, karakter Kim Nam  diperankan Denny Sumargo dan Chew Kin Wah. Aktor lain yang terlibat dalam film ini adalah Sita Nursanti sebagai Buniarti tua, Eriska Rien sebagai Buniarti dewasa dan Jill Gladys sebagai adik Ahok bernama Fifi Lety Indra.

Ahok sendiri saat ditemui sang sutradara film, menyampaikan rasa terimakasihnya melalui akun Instagramnya.  

"Terima kasih kepada cast dan crew yang telah bekerja keras membuat film A MAN CALLED AHOK. Sebuah film tentang hubungan seorang anak dan ayah dalam mewujudkan mimpi dan visi."

"Semoga film perdana tentang hidup saya di Belitung Timur ini bisa menjadi inspirasi dan berguna bagi generasi penerus bangsa."

"Saya ucapkan sukses, sukacita dan doa saya yang terbaik agar film yang release di tahun 2018 ini dapat ditonton oleh seluruh masyarakat."

Salam dari Mako Brimob

BTP,  21 Agustus 2018," tulis @basukibtp. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Inilah 9 Fakta Pembunuhan Sadis Jumat Keramat di Bangoan

    Pembunuhan tragis di Desa Bangoan yang dilakukan Matal (48) terhadap tetangganya Barno (65) dan Musini (60) masih menyisakan misteri. Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan Jumat (16/11) sore itu.

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

    Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sen

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top