Moreno Soeprapto Antarkan Berkas Pengganti Anggota DPRD Kota Malang Tersangka Korupsi

Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto saat mengantarkan berkas pergantian anggota DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto saat mengantarkan berkas pergantian anggota DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PASURUANTIMES, MALANG –  Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto mengambil sikap tegas terhadap empat kader partainya yang menjadi anggota DPRD Kota Malang dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. 

Hari ini (7/9/2018), Moreno datang ke gedung DPRD Kota Malang untuk mengantarkan empat berkas Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota dewan dari Fraksi Gerindra. "Begitu ada kesepakatan, kami juga langsung berproses. Berkas itu sebenarnya sudah disiapkan dua hari sebelumnya dan baru disetujui oleh DPP," terangnya.

Empat nama yang dimaksud yakni Een Ambarsari yang digantikan Dharman Susanto dari daerah pemilihan (dapil) Sukun. lalu Teguh Puji Wahyono diganti Moch Andhi Mochsoni dari dapil Lowokwaru, Suparno digantikan Andri Wiwanto dari dapil Blimbing, serta Salamet yang posisinya diisi Moch Ula dari dapil Kedungkandang.

Mengenai status empat kadernya yang kini ditahan KPK, Moreno menyebut bahwa partai melakukan pemecatan meski tetap menjunjung azas praduga tak bersalah. "Mereka memang diberhentikan, tetapi sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan keluarga," terangnya. Tak hanya diganti, nama keempatnya juga secara otomatis tercoret dari daftar calon legislatif 2019 partai berlambang Garuda itu.

 

 

Menurut Moreno, penyerahan berkas PAW itu agar roda pemerintahan di Kota Malang bisa kembali berjalan. "Saya sudah menekankan kepada calon pengganti agar (kejadian serupa) jangan terulang kembali karena ini sudah mencoreng nama baik parlemen dan kepercayaan masyarakat juga hilang," ujarnya. 

Dia juga menekankan pada empat calon anggota dewan itu bekerja baik dan rutin berkoordinasi dengan DPC. Tak hanya itu, mereka juga sudah menandatangani pakta integritas di internal partai.

Seperti diberitakan sebelumnya, PAW bagi 40 anggota DPRD Kota Malang saat ini dipercepat seperti hasil pertemuan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan pimpinan parpol di tingkat provinsi. Proses itu ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari. Rencananya, pelantikan akan dilakukan pada Senin (10/9/2018) mendatang.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : sandi permana soebagio
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Inilah 9 Fakta Pembunuhan Sadis Jumat Keramat di Bangoan

    Pembunuhan tragis di Desa Bangoan yang dilakukan Matal (48) terhadap tetangganya Barno (65) dan Musini (60) masih menyisakan misteri. Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan Jumat (16/11) sore itu.

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

    Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sen

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top