Heboh..!! Ditinggal Mati Sang Ibu, Pria Ini Nekat Naik Tower Setinggi 72 Meter

Samsul masih belum mau turun meski dirayu kini sudah dua jam di atas tower. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Samsul masih belum mau turun meski dirayu kini sudah dua jam di atas tower. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

PASURUANTIMES, TULUNGAGUNG – Aksi nekat Samsul Bahri (22) memanjat tower operator seluler Telkomsel di Kelurahan Kedungsuko, Kecamatan Tulungagung, benar-benar membuat heboh. Samsul memanjat tower setinggi 72 meter itu pada Kamis (13/09) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari laporan Kapolsek Tulungagung Kompol Mukalam, kejadian ini membuat pihak kepolisian harus berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk satpol PP dan PSC, untuk mempersiapkan kemungkinan yang terjadi. “Dia mengalami gangguan jiwa setelah ditinggal meninggal dunia ibunya,” ujarnya.

Menurut keterangan Mukalam, Samsul saat di atas tower seperti orang yang sedang bingung. “Seperti bingung, karena di atas ketinggian,” kata dia.

 

 

Saat kejadian, petugas mendapat mendapat laopran dari warga. Pertama kali diketahui oleh Warso pemilik toko yang tak jauh dari lokasi kejadian. "Yang tahu pertama kali pemilik toko. Melihat ada orang bergelantungan di atas tower, setelah dilihat dengan sesama, ternyata benar ada orang di atas dan berjalan-jalan di atas rangkaian besi," kata Imam, warga sekitar.

Petugas mencoba membujuk Samsul untuk turun dari tower. Sudah dua jam lamanya, Samsul belum turun.

Polisi masih berusaha membujuk Samsul turun. Pihak keluarga didatangkan untuk turut naik ke tower. Hingga kini, ketinggian yang dipanjat sekitar 15 meter, masih terjadi dialog antara kakak dengan Samsul untuk merayu agar segera dapat turun dengan kemauan sendiri

Sementara ratusan warga memadati lokasi karena penasaran dengan kejadian ini. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
  • Inilah 9 Fakta Pembunuhan Sadis Jumat Keramat di Bangoan

    Pembunuhan tragis di Desa Bangoan yang dilakukan Matal (48) terhadap tetangganya Barno (65) dan Musini (60) masih menyisakan misteri. Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan Jumat (16/11) sore itu.

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

    Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sen

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top