Kejari Hentikan Dugaan Korupsi 2,9 Miliar Rupiah, Kompak Desak KPK Ambil Alih Penyelidikan

Kantor Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. (Foto: Arishandi)
Kantor Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. (Foto: Arishandi)

PASURUANTIMES – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan menghentikan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kecamatan Panggungrejo senilai Rp 2,9 miliar tahun 2017. Penghentian kasus yang menyeret Wali Kota Pasuruan setelah dilakukan gelar perkara yang menyimpulkan bahwa potensi kerugian negara tersebut telah dikembalikan ke kas negara, meski telah melewati jatuh tempo.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Pasuruan, Siswono menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan 15 orang saksi, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus ini tidak perlu dinaikkan ke tahap penyidikan. Karena potensi kerugian negara Rp 2,9 miliar sesuai laporan hasil pemeriksaan BPK ini sudah dikembalikan. 

Pengembalian uang dari pemilik lahan, Handoko, dengan dua kali cicilan dan melewati jatuh tempo, dianggap bukan sebagai tindak pidana korupsi. Selain itu juga mengacu pada Inpres No 1 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional.

"Pengembalian uang Rp 2,9 miliar ke kas negara menjadikan potensi kerugian negara sudah tidak ada. Sehingga yang dipersoalkan sudah tidak ada,” kata Siswono.

Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan kasus dugaan korupsi ini akan dibuka kembali selama ada bukti dan fakta baru. Penyidik Kejari akan menghadirkan saksi-saksi untuk menindaklanjuti bukti dan fakta baru tersebut.

Sementara itu, Koordinator Konsorsium Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) Pasuruan, Lujeng Sudarto, mengecam keputusan Kejari yang menghentikan kasus dugaan korupsi tersebut. Menurutnya, dasar hukum penghentian perkara dianggap tidak tepat dan melawan akal publik. 

“Penerapan Inpres No 1 tahun 2016 khusus diperlakukan untuk proyek konstruksi yang berbeda dengan kasus pengadaan lahan yang sarat manipulatif. Kejari Kota Pasuruan tidak taat hukum. Seharusnya Kejari menggunakan rujukan hukum UU BPK dan peraturan BPK No 2 tahun 2017 untuk menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut,” tegas Lujeng Sudarto. 

Atas penghentian kasus dugaan korupsi tersebut, Kompak akan melakukan pengaduan dan konsultasi hukum kepada KPK. Sesuai pasal 8 ayat 2 Undang- Undang No 30 tahun 2002 tentang KPK, lembaga antirasuah berhak mengambil alih penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang diindikasikan melibatkan Wali Kota Pasuruan.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
  • Inilah 9 Fakta Pembunuhan Sadis Jumat Keramat di Bangoan

    Pembunuhan tragis di Desa Bangoan yang dilakukan Matal (48) terhadap tetangganya Barno (65) dan Musini (60) masih menyisakan misteri. Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif pembunuhan Jumat (16/11) sore itu.

  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

    Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sen

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top