10 Tahun, Siswa SD Negeri Ini Harus Belajar di Bekas Gudang dan Tempat Parkir

Siswa kelas 2 SDN Serut tetap semangat belajar meski di ruang seadanya (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)
Siswa kelas 2 SDN Serut tetap semangat belajar meski di ruang seadanya (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)

PASURUANTIMES, TULUNGAGUNG – Pendidikan murah berkualitas di Kabupaten Tulungagung ternyata masih jauh dari harapan. Buktinya sebanyak 26 siswa di SDN 3 Serut, Boyolangu harus belajar di ruang terbuka bekas gudang dan tempat parkir. 

Tak hanya sehari atau 2 hari, siswa kelas 2 itu terpaksa belajar di ruang terbuka. Sudah 10 tahun keadaan ini terjadi. 
"Kelasnya kurang jadi belajar di ruang terbuka," tutur bendahara SDN 3 Serut, Harminingsih, Jum'at (19/10).
Wanita 46 tahun itu menambahkan, pihaknya sudah seringkali mengajukan pembangunan kelas baru ke dinas pendidikan, jangankan realisasi, jawaban dari dinas pendidikan pun tak pernah diterima.

"Pondasi sudah ada, namun pengajuan kita tidak pernah ada jawaban dari dinas," imbuhnya lebih lanjut.
Tempat belajar siswa hanya bangunan terbuka bersekat triplek setinggi 1 meter. Itupun kondisi triplek sudah banyak yang rusak. 26 siswa harus belajar berdesakan di tempat parkir berukuran sekitar 3 x 7 meter yang difungsikan sebagai kelas darurat.

"Kalau hujan terpaksa kegiatan belajar ditiadakan karena air masuk," terangnya pada awak media.
Seakan belum berakhir penderitaan para siswa itu, mereka juga harus berjibaku dengan aroma tak sedap kotoran sapi, dari kandang sapi milik warga yang berada tepat di samping tempat belajar mereka.

"Kalau agak siang, aroma kotoran sapi pasti mengganggu aktivitas belajar siswa," tutur wanita berjilbab itu.
Dikutip dari situs resmi DPRD Tulungagung, Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Tulungagung terkejut saat melakukan sidak di SDN 3 Serut, Kamis (18/10). Pasalnya mereka menemukan siswa kelas 2 terpaksa belajar di bekas tempat parkir dan gudang sekolah.
“Harus ada penanganan dari Dindikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Tulungagung,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Drs H Imam Ngaqoib MH saat sidak di SDN 3 Serut, Kamis (18/10).

Menurut dia, Komisi A DPRD Tulungagung langsung menghubungi Kepala Dindikpora Kabupaten Tulungagung, Suharno SPd MPd, agar melakukan penanganan terhadap SDN yang sebagain siswanya belajar di tempat parkir itu. “Kami minta agar segera ditindaklanjuti,” tandas Imam Ngaqoib.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top