Sontoloyo Versi Jokowi, Soekarno, dan Sejumlah Politikus

Buku Kumpulan Artikel Soekarno berjudul Islam Sontoloyo. (foto istimewa)
Buku Kumpulan Artikel Soekarno berjudul Islam Sontoloyo. (foto istimewa)

PASURUANTIMES, MALANG – Istilah sontoloyo menjadi trending pasca Jokowi menyebut kata tersebut lantaran tak kuasa menahan kemarahannya. Dia mengecam politikus yang hanya bisa mengkritik kebijakan pemerintah tanpa melihat manfaatnya dengan menyebut politikus semacam itu sebagai 'sontoloyo'.

Joko Widodo menggunakan istilah 'Politikus Sontoloyo' saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa lalu (23/10). Dikutip dari kompas.com, Jokowi mengaku jengkel terhadap politikus yang mengadu domba, fitnah, dan memecah belah untuk meraih kekuasaan.

"Sebetulnya ini dimulai dari urusan politik, yang sebetulnya setiap lima tahun pasti ada. Dipakailah yang namanya cara-cara politik yang tidak beradab, yang tidak beretika, yang tidak bertata krama Indonesia. Cara-cara politik adu domba, cara-cara politik yang memfitnah, cara- cara politik yang memecah belah hanya untuk merebut sebuah kursi, sebuah kekuasaan, menghalalkan segala cara," ujar Jokowi.

"Makanya saya sampaikan, politikus sontoloyo, ya itu, jengkel saya," imbuh dia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sontoloyo berarti konyol, tak beres, bodoh. Kata tersebut dipakai sebagai kata makian. Nah, ternyata tidak hanya Jokowi saja tokoh yang mengucap kata tersebut. Dulunya, presiden pertama RI Soekarno juga pernah memakai kata yang sama. Kata tersebut bahkan disandingkan di samping nama agama dalam bukunya yang berjudul Islam Sontoloyo pada 1940.

Viralnya kata tersebut menimbulkan banyak reaksi. Lucunya, netizen memiliki banyak versi sontoloyonya sendiri. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam twitternya menyatakan bahwa era politisi sontoloyo adalah ketika Sandiaga Uno disamakan dengan Bung Hatta, dan Ratna Sarumpaet disamakan dengan Cut Nyak Dien.

Sejumlah netizen juga memiliki definisi uang berbeda terhadap era politisi sontoloyo tersebut. Ada yang menyambar twit Denny tersebut dengan menyindirnya dan menyatakan bahwa era sontoloyo adalah dimana tukang survey merangkap jadi politikus dan tim sukses.

Ada juga yang menyatakan bahwa era sontoloyo adalah dimana Jokowi disamakan dengan Yesus, Umar bin Khatab, Bung Karno, titisan Tuhan.

Bahkan, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga sempat bercicit di twitter mengenai persentoloyoan tersebut. Ia menyebut era ini adalah era yang harusnya disudahi karena dipenuhi dengan rejim pemaki.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top