Bawaslu Kaji Hasil Klarifikasi PNS Kota Malang yang Unggah Dukungan untuk Prabowo

Bambang Setiono menerima salinan BAP dari Bawaslu Kota Malang usai klarifikasi atas unggahan media sosial yang diduga mengandung unsur kampanye. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Bambang Setiono menerima salinan BAP dari Bawaslu Kota Malang usai klarifikasi atas unggahan media sosial yang diduga mengandung unsur kampanye. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PASURUANTIMES, MALANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang mengkaji hasil klarifikasi atas dugaan kampanye yang dilakukan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hasil kajian dalam bentuk rekomendasi itu juga akan dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Seperti diberitakan sebelumnya, aparatur sipil negara (ASN) atas nama Bambang Setiono menjalani pemeriksaan selama dua jam di kantor Bawaslu Kota Malang. Bambang diduga melakukan kampanye dan menunjukkan dukungan untuk Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto. 

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Malang Rusminfahrizal Rustam mengungkapkan, pihaknya telah memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap ASN Pemkot Malang atas nama Bambang Setiono yang didampingi oleh Kabag Hukum Pemkot Malang Tabrani. 

"Kami mintai keterangan tentang dugaan pelanggaran ASN yang melakukan kampanye di media sosial yang ramai beberapa hari yang lalu. Hasilnya, tadi Pak Bambang ini sudah memberikan keterangan di bawah sumpah sesuai agama Islam dan memberikan keterangan menjelaskan bahwa akun Facebook itu dari dia sendiri," urai Rustam. 

Menurut Rustam, Bambang mengakui telah mengunggah atau mem-posting status Facebook yang diduga mengarahkan dukungan terhadap salah satu calon presiden. "Yang bersangkutan mengaku tidak memahami bahwa tindakan itu dianggap sebagai kampanye terhadap Paslon tertentu," terangnya. 

Pada tim Bawaslu, Bambang mengatakan tidak memahami aturan terkait netralitas PNS yang tercantum dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. "Menurut Pak Bambang, dia melakukan posting sekadar spontanitas saja. Sehingga, dia tidak berpikir panjang bahwa postingan itu akan mempunyai implikasi yang luas seperti sekarang ini," tuturnya.

"Beliau mengakui kekeliruannya dan menyerahkan kepada Bawaslu masalah putusan selanjutnya," lanjut Rustam. Meski demikian, dia tidak menjelaskan detail mengenai kemungkinan sanski yang bakal dijatuhkan pada Bambang. 

Pihak Bawaslu Kota Malang sendiri masih akan menggelar rapat pleno terkait hasil klarifikasi itu. "Ya nanti akan kami lakukan kajian, akan kami plenokan, apa-apa dari keterangan Pak Bambang ini dugaan-dugaannya yang dilakukan. Selanjutnya hasil kajian akan diserahkan ke KASN di Jakarta," tegasnya.

Didesak soal kemungkinan Bambang berbohong terkait tidak mengetahui aturan netralitas ASN, Rustam enggan berspekulasi. "Pengakuannya otomatis di atas sumpah, di atas Alquran, jadi kami anggap memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Dan (Bambang) kooperatif ya terhadap setiap pertanyaan yang diajukan," sebutnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Rustam menyebut bahwa pihak Bawaslu mengajukan sekitar 30 pertanyaan seputar postingan yang mengarahkan dukungan politik itu. "Ya ada dugaan melakukan kegiatan kampanye karena dia memposting gambar Paslon nomor urut dua. Nanti kami kaji lagi," terangnya.

Pemanggilan tersebut terkait klarifikasi atas postingan Bambang di akun media sosial Facebook (FB) nya yang bernada kampanye hitam. Bambang sendiri datang didampingi oleh Kabag Hukum Pemkot Malang Tabrani ke kantor Bawaslu di jalan Teluk Cendrawasih No.206, Arjosari, Blimbing, Kota Malang. Dia tampak membawa tas yang berisi beberapa dokumen. 

Bambang saat ini masih tercatat sebagai Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Penerangan Jalan Bidang  Penerangan Jalan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang. Sayangnya, saat kasus ini mulai mencuat, akun Facebook milik Bambang tampak telah dinonaktifkan.

Sebelumnya, akun FB milik Bambang Setiono mengunggah beberapa postingan yang berisi kalimat tidak semestinya. Misalnya pada postingan yang diunggah pada 9 September lalu. "Saya tidak membenci pak Jokowi tapi tolong tunjukkan kepada saya prestasi apa dalam memimpin bangsa ini, saya tunggu jawabannya," tulisnya.

Dalam unggahan yang lain pada 24 Oktober, Bambang membagikan sebuah kiriman yang berisi postingan akun Facebook bernama 2019 Ganti Presiden. "Semakin banyak Projo bertaubat dan berbalik mendukung Prabowo Sandi," demikian yang tertulis dalam unggahan itu. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top