Akhir Tahun 2018, Uang Pecahan Ini Tidak Berlaku Lagi sebagai Alat Pembayaran, Warganet : Jadi Uang Langka

Screenshot informasi uang pecahan yang akan dicabut pemerintah di akhir tahun 2018 (@bank_indonesia)
Screenshot informasi uang pecahan yang akan dicabut pemerintah di akhir tahun 2018 (@bank_indonesia)

PASURUANTIMES, MALANG – Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) melansir informasi penting mengenai pecahan uang kertas yang akan dicabut dan di akhir tahun 2018 tidak lagi berlaku untuk alat pembayaran. 

Informasi tersebut secara massif juga disiarkan melalui akun resmi Instagram BI yaitu @bank_indonesia. 

Dalam upaya memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia yang masih menyimpan uang pecahan yang pada tanggal 31 Desember 2018 akan dicabut dari peredaran. 

Uang pecahan yang tidak akan berlaku sebagai alat pembayaran tersebut adalah uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999. Baik nominal Rp 10.000 dan Rp 20.000 tahun emisi 1998 maupun uang pecahan dengan nilai Rp 50.000  dan Rp 100.000 tahun emisi 1999.

Dari @bank_indonesia dituliskan, pihak BI akan melakukan pencabutan dan penarikan uang kertas tersebut. 

Maka, bagi masyarakat yang masih menyimpannya bisa segera melakukan penukaran di kantor BI atau perwakilan di seluruh Indonesia. 

Apabila sampai batas waktu yang ditentukan, masih ada yang menyimpan uang pecahan emisi tahun 1998 dan 1999, maka tidak bisa menuntut untuk melakukan penukaran. 

Hal ini diatur dalam Peraturan BI Nomor 10/33/PBI2008, Pasal 4 yang berbunyi sebagai berikut:

"Hak untuk menuntut penukaran uang kertas yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal pencabutan atau tanggal 31 Desember 2018."

Informasi tersebut sontak membuat warganet banyak yang melemparkan pertanyaan kepada BI. 

Sebagian lain dengan ciri khas komentar warganet di media sosial, menjadikannya bahan candaan. 

"Kalo ditukar dengan nilai nominal uang yang sama gak?" tanya @yogaangga 1 yang dijawab @ahmad_sahro "Sama". 

"Kirain diganti 10 kali lipat gitu, kan uang langka, " ucap yogaangga1.

Akun reynaldovk juga berkomentar dengan adanya informasi pencabutan uang pecahan emisi 1998 dan 1999 tersebut. 

"Banyak uang lamaku tapi buat koleksi tak mau ditukar,  ehmmm" tulisnya dengan gaya tajir. 

Berbagai komentar warganet tersebut dijawab oleh pihak BI yang menuliskan bahwa uang pecahan ditukar sesuai nominal yang ditukarkan.

Sedangkan bagi pertanyaan warganet mengenai penukaran di hari libur,  yaitu Sabtu dan Minggu, BI menjawab bahwa pihaknya akan tetap melayani penukaran uang tersebut pada hari tersebut. 

"Hari Sabtu (tanggal 21) dan Minggu (tanggal 30) penukaran tetap bisa dilakukan, " tulis BI. 

Untuk penukaran uang pecahan yang akan dicabut dan tidak lagi berlaku di tanggal 31 Desember 2018 masyarakat tidak bisa menukarnya di bank lain,  selain di BI atau kantor perwakilan yang ada di Indonesia. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top