DPUPR Kota Malang Telusuri Pangkal Masalah Banjir, Pintu DAM Ditutup Total

Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (mengenakan topi) saat melakukan pengecekan lokasi pintu air di sungai yang mengarah ke wilayah Kota Malang. (Foto: DPUPR Kota Malang for MalangTIMES)
Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (mengenakan topi) saat melakukan pengecekan lokasi pintu air di sungai yang mengarah ke wilayah Kota Malang. (Foto: DPUPR Kota Malang for MalangTIMES)

PASURUANTIMES, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mencari formulasi menanggulangi kemungkinan banjir lanjutan. Salah satu upayanya yakni dengan melakukan penutupan total pintu DAM untuk mengurangi debit air sungai yang melintas di Kota Malang. 

Penutupan itu dilakukan agar air hujan dapat tertampung di saluran-saluran irigasi. Pengurangan kuantitas air itu diharapkan tidak menyebabkan saluran meluap dan menggenangi jalan maupun bangunan. "Kami bersama UPT Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA) Jatim bersama-sama cek lokasi (pintu air)," ujar Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso. 

Dia menguraikan, air yang mengalir di sungai-sungai di Kota Malang berawal dari Sumber Brantas. "Air yang lewat Kali Brantas ini, yang di DAM Sengkaling ini dipecah. Ada yang sebelah kiri masuk ke arah Soekarno Hatta, Borobudur (Kota Malang), yang kanan itu melayani daerah di Kebonagung (Kabupaten Malang)," urai Soni, sapaan akrabnya. 

"Tentu pengaturan pintu air di sini harus efektif," tambahnya. Soni mengatakan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi langsung dengan petugas pintu air. "Agar kalau hujan ditutup. Sekarang, nanti, mulai hari ini akan ditutup total seperti protapnya," tegasnya.

 Seperti diberitakan sebelumnya, DPUPR Kota Malang hari ini (11/12/2018) melakukan pengecekan lapangan dan mencari penyebab banjir yang menerjang Kota Malang. 

Soni menyebut bahwa pasca penutupan total, pihaknya akan melakukan evaluasi. "Dilihat nanti di (kawasan Jalan) Borobudur, genangannya seperti apa. Kalau masih ada genangan lain, kami cari penyebabnya apa," urainya. 

Dia juga menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan karena faktor tunggal. "Yang terpenting kita nggak bisa bicara hanya satu titik, harus dicari mulai hulu sampai hilir. Kalau sudah kejadian banjir seperti kemarin, yang kami cari hilirnya," tuturnya. 

Selain di kawasan Jalan Soekarno-Hatta - Jalan Borobudur, Soni menyebut bahwa limpahan air juga terjadi di titik-titik lain. Salah satunya yakni di kawasan sekitar Kali Bima di sekitar Jalan LA Sucipto yang outputnya di DAM Kalisari. "Di sana juga sempat ada hambatan," terangnya.

Setelah ini, lanjut Soni, timnya akan berkeliling mengecek satu per satu lokasi bukaan pintu air. "Kami lihat juga apa DAM di dekat UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) apa dibuka atau ditutup. Kalau nggak dipakai harus ditutup agar air tidak masuk," paparnya. 

DPUPR Kota Malang juga akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. "Kami nggak akan tinggal diam. Tapi yang jelas, kami minta maaf pada semua masyarakat Malang bahwa kemarin terjadi banjir yang luar biasa dan di luar prediksi kami," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir besar sempat menerjang Kota Malang pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, banyak bangunan yang terendam banjir dan menimbulkan kerusakan parah. Misalnya di SMPN 18 Kota Malang, rumah makan Ringin Asri, serta bangunan di sekitar Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Borobudur serta wilayah Sudimoro, Kecamatan Blimbing.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top