Ibu-Ibu Menyusui Pamer Payudara di Youtube (4)

Video Vulgar Ibu Menyusui, Edukasi atau Pornografi? Berikut Pendapat Pakar Psikologi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

PASURUANTIMES, MALANG – Pesatnya teknologi informasi banyak membantu kehidupan manusia, sebab mempermudah kita mendapatkan informasi sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. 

Namun, pesatnya teknologi informasi akan berdampak buruk apabila kita tidak punya kemampuan menyaringnya dengan baik. 

Terlebih lagi jika tidak adanya kontrol diri untuk menyeleksi mana video yang patut kita tonton atau diunggah ke umum.

Salah satu bukti kurangnya upaya menyaring (filtrasi) video yang masuk ke youtube adalah inisiatif pelaku pengunggah video ibu-ibu yang sedang menyusui anaknya dengan memamerkan payudaranya. 

Video-video itu dapat dengan mudah ditemukan di Youtube dengan key word "ibu menyusui" bahkan dengan hanya mengetikkan kata menyusui. Karena diupload di Youtube, maka banyak komentar jorok dari para netizen. 

Mirisnya, yang memvideokan sebagian besar adalah orang terdekatnya, bisa jadi saudara atau suaminya. Bahkan ada juga yang memvideokan sendiri.

Dalam video-video ibu menyusui tersebut, ada ibu muda yang berpakaian seksi, bahkan ada pula yang berjilbab sedang menyusui dengan memperlihatkan payudaranya. Tak jarang video menyusui itu memperlihatkan juga putingnya.

Lalu, apakah tindakan mempertontonkan tutorial menyusui dengan mempertontonkan secara vulgar payudara mendidik atau menyesatkan?

Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Retno Firdiyanti, S.Psi, M.Psi pun mempertanyakan apakah menguggah video tersebut selalu perlu.

"Kalau kita lihat dari ibu muda yang menyusui anaknya itu tanda kasih sayang, ada edukasinya, menyusui itu wajib bagi ibu ke anaknya dan amat sangat baik. Tapi untuk edukasi ini apakah selalu perlu untuk membuat video kemudian mengunggah?" ujarnya.

Sementara, benar tidaknya mengunggah video tersebut menurut Retno adalah bergantung perspektif. 

Namun, video-video yang sudah terunggah tidak bisa menyasar penonton kaum hawa saja khususnya yang belajar menyusui.

"Video ini tujuannya sebenarnya spesifik untuk para ibu. Mungkin yang akan menyusui dan mungkin yang akan melahirkan yang memiliki anak, ibu bekerja yang punya bayi, supaya motivasi menyusuinya meningkat. Tapi kita kan enggak bisa jamin. Bisa saja video itu ditonton juga misalnya sama remaja yang lagi puber atau anak SD misalnya" paparnya.

Jadi patut disayangkan sebab anak-anak sudah diajari orang tua mana saja tubuh yang boleh dilihatkan dan yang harus ditutupi. 

Lantas, apakah video ibu menyusui tersebut termasuk pornografi? Retno menyatakan bahwa itu bukan ranahnya. Akan tetapi bisa saja ada atensi tersebut.

"Bisa jadi itu ada pornografi terselubung. Tapi saya pikir ini bukan ranah psikologi kalau untuk membahas tentang itu. Tapi kalau bicara logisnya aja, bisa jadi itu hanya mengatasnamakan video kasih sayang ibu kepada anaknya tapi sebenarnya juga ada pornografi terselubung yang tujuannya supaya video ini ditonton sama remaja atau dewasa awal yang mereka masih dalam tahap puber," paparnya.

Retno sendiri menyatakan inilah salah satu kejelekan kemajuan teknologi saat ini. 

Sesuatu yang private yang seharusnya untuk konsumsi pribadi jadi terbuka dengan mudahnya untuk umum.
 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top