Di Masa Lampau, Mereka Punya Kekayaan Jauh di Atas Orang Terkaya Dunia Sekarang, Siapa Saja?

screnshoot (video youtube)
screnshoot (video youtube)

PASURUANTIMES, MALANG – Saat ini sebagian besar orang mengetahui bahwa Jeff Bezoz, sang empunya Amazon, sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan Bezoz mencapai US$ 115,7 miliar atau sekitar Rp 2.158 triliun.

Namun,  ada manusia yang kekayaannya melebihi si jenius di bidang teknologi informasi itu. Hanya, mereka yang lebih kaya dari Jeff Bezoz atau Bill Gates merupakan manusia yang hidup di masa lampau, seperti para kaisar atau raja.

Memang masuk akal, mengingat kepala monarki kala itu menguasai wilayah yang sangat luas dan di dalamnya ada sumber daya alam yang melimpah ruah. Ada yang menguasai daratan Eropa, Asia, bahkan beberapa di antaranya menguasai sepertiga luas dunia.

Tapi untuk mengetahui siapa manusia terkaya sepanjang sejarah adalah hal yang sulit dilakukan. Pada beberapa kasus, ada orang yang jumlah kekayaannya sulit diketahui karena hartanya tertimbun tanah dan hilang ditelan zaman.

Selain itu, kekayaan mereka juga turut dipengaruhi  kurs, inflasi dan deflasi mata uang yang berubah sepanjang zaman.  sehingga kekayaan mereka hanya bisa ditentukan dengan perhitungan kasarnya saja.

Dari sejumlah catatan riwayat, ditemukan beberapa individu yang hartanya sangat melimpah hingga 7 turunan. MalangTIMES mengulas 10 orang di masa lampau yang memiliki harta kekayaan yang mampu membuat mata terbelalak. Inilah mereka.

1. Cornelius Vanderbelt (US$ 185 milliar) 


Lahir di Staten Island, Amerika Serikat, pada Mei 1794, Cornelius Vanderbelt keluar dari institusi pendidikan sejak usia 11 tahun untuk membantu perekonomian keluarga.

Saat masih anak-anak, Vanderbelt bekerja bersama ayahnya menjadi petani hingga pelaut. Menginjak usia 16 tahun, pria muda ini meminjam sedikit uang kepada orang tuanya untuk membeli dua buah kapal dan mulai menerjuni transportasi penerbangan di Sungai Hudson, New York.

Pada tahun 1812, armada kapal Vanderbelt bertambah dan kapal tersebut juga digunakan untuk perang yang difungsikan untuk mengangkut logistik pemerintah di garis depan pertempuran.

Pasca-perang, armada kapal tersebut dijual oleh Vanderbelt. Keuntungan hasil bisnis transportasi penyeberangan dan jual beli kapal dia simpan. Kemudian beberapa waktu setelahnya, keuntungan yang didapat Vanderbelt digunakan untuk membuka bisnis kapal uap dan membeli rel kereta api.

Tak disangka, kedua bisnis itu membuat Vanderbelt menjadi konglomerat ternama di Amerika Serikat pada masanya. Diperkirakan kekayaan Vanderbelt saat itu mencapai US$ 185 milliar.

2. Henry Ford (US$ 200 Miliar) 


Lahir di Micighan pada Juli 1863 dari seorang keluarga pemilik peternakan. Ford yang berasal dari keluarga berkecukupan menuntaskan pendidikan di usia 16 tahun dan kemudian bekerja sebagai teknisi untuk jawatan kereta api, pabrik dan penternakan.

Beberapa tahun berikutnya, ia bekerja di Edison Illuminating Company dan dua tahun kemudian langsung diangkat sebagai kepala teknisi.

Pada tahun 1896, Ford menciptakan sebuah transportasi cikal bakal mobil modern, yakni Quad Recycle. Kala itu, mesin inovasi Ford lalu dijadikan kereta penarik barang yang di operasikan tanpa ditarik oleh kuda.

Pada tahun 1899 ia menciptakan Henry Ford Detroit Automobile Company, cikal bakal perusahaan manufaktur mobil Ford modern. Kemudian pada tahun 1903, Ford Automobile Company berubah menjadi Ford Motor Company dan menciptakan model A pada 1908.

Setelah itu, model T diciptakan. Proses produksi menjadi manufaktur biru bagi manufaktur modern bagi masa kini. Berdasarkan perhitungan, Henry Ford berhasil menuai kekayaan sejumlah US$ 200 milliar.

3. William The Conqueror (US$ 229 Miliar) 


William berstatus sebagai raja Normandia pada tahun 1035 saat masih berusia 8 tahun. Pada tahun 1064 ia telah sukses menguasai Britani dan Maintz.

Pada 1066 ketika Raja Edward dari Inggris tewas, William yang juga sebagai pewaris tahta berpotensi sebagai penerus Edward. Namun pada wasiat terakhirnya, Edward justru mewariskan tahta kepada Godwin.

Kesal akan hal itu, William merontokkan jabatan Godwin. Maka dimulailah inflasi Normandia pada 1066. Inflasi tersebut menuai kesuksesan dan William berhasil merebut tahta dari adik iparnya.

Menurut riwayat William sang Penakluk memiliki kekayaan yang dituai dari menundukkan tanah Inggris sejumlah US$ 200 miliar.

4. Osman Ali Khan (US$ 230 Miliar) 


Pada masa kekuasaannya, Osman Ali Khan dikenal sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$ 2 miliar pada awal tahun 1940-an (saat ini senilai US$ 34,9 miliar Dollar) atau 2 persen dari ekonomi Amerika Serikat saat itu. 

Sebagai perbandingan, pada masa itu pemerintah India hanya memperoleh pendapatan tahunan sekitar US$ 1 miliar saja. Jika total kekayaan bersihnya dihitung dengan mempertimbangkan inflasi dan disesuaikan dengan standar modern, kekayaan bersih Osman tercatat sebesar US$ 236 miliar, sehingga menjadikannya salah satu orang terkaya yang pernah ada.

Osman Ali Khan Siddqi Bahadur juga dikenal sebagai penguasa absolut yang mendukung pendidikan dan sains. Selama kekuasaannya ia memperkenalkan listrik, kereta api, jalan, dan maskapai penerbangan. Ia juga mendirikan Bank Negara Hyderabard dan melancarkan berbagai proyek irigasi.

Kekuasaannya berakhir pada tahun 1948 setelah India melancarkan Operasi Polo yang menganeksasi wilayah Hyderabad.

5. Nikolai Alexandrovich Romanov (US$ 300 milliar) 


Lahir pada 1868 di Puskhin, Rusia, Nikolai Alexandrovich Romanov menjadi Kaisar Nikolai II dari 1 November 1894 hingga pengunduran dirinya secara terpaksa pada tanggal 15 Maret 1917. Dia bertakhta sejak Kekaisaran Rusia adalah sebuah negara adidaya saat itu hingga militer dan ekonominya hancur.

Pada saat takhtanya, Kekaisaran Rusia mengalami kekalahan besar dalam perang Rusia-Jepang yang mengakibatkan kehancuran total armada Baltik Rusia dalam pertempuran Tsushima. Kekalahan Angkatan Darat kekaisaran dan sikap komando tinggi yang tidak kompeten dalam memimpin jalannya perang bersama dengan kebijakan-kebijakan kekaisaran dianggap sebagai beberapa penyebab mundurnya Dinasti Romanov.

Nikolai II mengundurkan diri setelah Revolusi Februari tahun 1917 di mana dia dan keluarganya pertama  ditahan di Istana Alexander di Tsarskoye Selo, lalu di Rumah Gubernur di Tobolsk, dan akhirnya di rumah Ipatiev di Yekaterinburg.

 Pada saat musim semi 1918, Nikolai diserahkan kepada Ural Soviet lokal oleh komisar Vasili Yakovlev. Nikolai II beserta istri dan anak-anaknya dieksekusi di dalam sebuah ruangan bawah tanah oleh para Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin pada tanggal 17 Juli 1918.

Menurut catatan, sang Tsar ditaksir mencapai US$ 300 milliar.

6. John D.  Rockefeller SR (US$ 371 Miliar) 


Adalah seorang pebisnis dari Amerika Serikat yang lahir 1839. Ia memiliki perusahaan minyak yang bernama Standard Oil, yang menjual minyak di Negeri Paman Sam pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia merupakan miliarder pertama dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai orang terkaya dalam sejarah Amerika dan mungkin orang terkaya dalam sejarah dunia.

Kekayaan Rockefeller pun ikut terdongkrak seiring makin cemerlangnya penjualan Standard Oil. Dan dalam waktu yang relatif singkat, Rockefeller dapat menjadi orang terkaya di Amerika Serikat, pada waktu itu.

Rockefeller juga berhasil menjadi orang Amerika pertama yang tercatat memiliki kekayaan lebih dari US$ 1.000,000.

Jika disesuaikan dengan inflasi saat ini, kekayaan Rockefeller sampai ia meninggal tercatat mencapai US$ 336,000,000, 000. Ini pun membuatnya sebagai orang terkaya dalam sepanjang sejarah Amerika dan bisa jadi dalam sejarah dunia.

7. Andrew Carnegie (US$ 389 Miliar) 


Andrew Carnegie adalah seorang industrialis Skotlandia, pengusaha dan dermawan besar. Dia juga salah satu pemimpin yang paling terkenal dari industri akhir abad 19 dan awal 20.

Ketika berimigrasi ke Amerika Serikat dengan orang tuanya, pekerjaan pertamanya di sana adalah sebagai pekerja pabrik di sebuah pabrik bobin. Kemudian ia menjadi logger tagihan pemilik perusahaan. Setelah menjadi pesuruh, akhirnya ia berkembang menanjak sebuah perusahaan telegraf. Dia membangun Pittsburgh Carnegie Steel Company, yang kemudian bergabung dengan Elbert Gary H. 's Steel Federal.

Carnegie menyerahkan sebagian besar uangnya untuk mendirikan berbagai perpustakaan, sekolah, dan universitas di Amerika, Britania Raya dan negara-negara lain, serta dana pensiun bagi mantan karyawan. Ia sering dianggap sebagai orang terkaya kedua dalam sejarah setelah John D. Rockefeller.

 Carnegie dimulai sebagai kawat dan oleh 1860-an telah investasi di kereta api, mobil tidur kereta api, jembatan dan derricks minyak. Dia juga membangun kekayaan lebih lanjut sebagai penjual obligasi mengumpulkan uang untuk perusahaan Amerika di Eropa.

Dia memperoleh sebagian besar kekayaannya dalam industri baja. Pada 1870, ia mendirikan Carnegie Steel Company, sebuah langkah yang disemen namanya sebagai salah satu "Kapten dari Industri". Pada 1890-an, perusahaan itu adalah perusahaan industri terbesar dan paling menguntungkan di dunia. 

Carnegie menjualnya kepada JP Morgan pada 1901, yang membuat US Steel. Carnegie mengabdikan sisa hidupnya untuk filantropi skala besar dengan penekanan khusus pada perpustakaan lokal, perdamaian dunia, pendidikan, dan penelitian ilmiah.

8. Jakob Fugger (US$ 400 Miliar)

 

Juga dikenal sebagai Jakob Fugger si Kaya atau Jakob II, pengusaha pertambangan dan banker ini adalah keturunan keluarga pedagang Fugger yang berada di Kota Kekaisaran Bebas dari Augsburg. Dia juga lahir dan kemudian juga diangkat melalui pernikahan menjadi Grand Burgher dari Augsburg.

Dalam beberapa dekade dia memperluas perusahaan keluarga menjadi sebuah bisnis yang beroperasi di seluruh Eropa. Ia memulai pendidikannya pada usia 14 tahun di Venezia, Italia, yang juga tetap menjadi tempat tinggal utamanya sampai 1487. 

Pada saat yang sama ia adalah seorang ulama dan mengadakan beberapa prebendaries, meskipun ia pernah tinggal di sebuah biara. Fugger ini disandingkan untuk menjadi salah satu individu terkaya dalam sejarah modern, di samping industrialis pada awal abad ke-20 John D. Rockefeller dan Andrew Carnegie.

Dasar dari kekayaan keluarga terutama didapat dari perdagangan tekstil dengan Italia. Perusahaan tumbuh pesat setelah Ulrich, George dan Jakob bersaudara memulai transaksi perbankan dengan House of Habsburg serta Roman Curia, dan pada saat yang sama memulai operasi pertambangan di Tyrol, dan dari 1493 pada ekstraksi perak dan tembaga di Jerajaan Bohemia dan Hongaria.

Pada 1525 mereka juga memiliki hak untuk menambang air raksa dan cinnabar di Almaden. Setelah 1487, Jakob Fugger adalah de factokepala operasi bisnis Fugger yang dengan segera hampir memegang monopoli di pasar tembaga Eropa. Tembaga dari Hungaria diangkut melalui Antwerp ke Lisbon, Portugal dan dari sana dikirim ke India.

Jakob Fugger juga memberikan kontribusi sebagai yang pertama dan satu-satunya ekspedisi dagang ke India yang mana pedagang Jerman bekerja sama dalam, armada Portugis ke pantai barat India (1505/1506) serta ekspedisi perdagangan Spanyol yang gagal ke Kepulauan Maluku.

Dengan dukungan dari Habsburg dinasti sebagai seorang banker, dia memiliki pengaruh yang kuat terhadap politik Eropa pada saat itu. Dia membiayai kebangkitan Maximilian I dan memberikan kontribusi cukup besar untuk mengamankan pemilihan raja Spanyol, Charles V untuk menjadi kaisar Romawi Suci.

Jakob Fugger mengamankan warisannya dan ketenaran abadi melalui yayasannya di Augsburg. Pada saat kematiannya pada tanggal 30 Desember 1525, Jakob Fugger mewariskan kepada keponakannya Anton Fugger aset perusahaan sebesar 2,032,652 gulden. Ia adalah salah satu orang Jerman yang paling terkenal dan bisa dibilang warga yang paling terkenal dari Augsburg, dengan kekayaannya dia mendapatkan julukan "Fugger Si Kaya". Pada tahun 1967 patung dirinya ditempatkan di Walhalla, "hall of fame" dekat Regensburg yang menghormati orang Jerman yang terpuji dan terhormat.

9. Musa Keita (US$ 428 Miliar) 


Pada masanya, negara Mali merupakan penghasil emas terbesar di dunia. Dan Musa Keita atau Mansa Musa merupakan salah satu orang terkaya dalam sejarah. Konon jumlah kekayaannya terlalu besar sehingga tidak dapat diperkirakan secara pasti.

Salah satu kisahnya yang paling dikenal adalah saat ia pergi untuk menunaikan ibadah haji di Makkah. Dalam perjalanannya, ia sangat dermawan dan membagi-bagi emasnya. Tetapi tindakannya ini konon malah merusak ekonomi di Kairo, Madinah, Makkah dan kota-kota lain yang dilintasinya, karena nilai emas langsung jatuh dan harga-harga pun naik.

Untuk memperbaiki keadaan ini, dalam perjalanan pulangnya, ia mencoba meminjam semua emas yang dapat ia bawa dari peminjam uang di Kairo dengan bunga yang tinggi, tetapi upaya ini kurang berhasil. Ini merupakan satu-satunya peristiwa dalam sejarah ketika satu orang mampu mengendalikan harga emas secara langsung di kawasan Laut Tengah.

Mansa Musa meninggal pada tahun 1337 dan diteruskan oleh anaknya, Maghan I. Mansa Maghan adalah salah satu penguasa destruktif yang memulai kemunduran pelan kekaisaran Mali sampai disintegrasi penuh pada awal abad ke-17.

10. Augutus Caesar (US$ 4,75 triliun) 


Tak banyak yang tahu dari mana asal Augustus? Namun yang jelas ia dulu bukanlah siapa-siapa sampai akhirnya sang pembesar Romawi alias Julius Caesar mengangkatnya sebagai anak. Entah, apa yang dilihat Julius dari Augustus kecil. Namun si kaisar besar sangat percaya bocah ini akan jadi orang hebat.

Tak hanya diangkat menjadi anak.  Augustus juga menerima pendidikan pribadi dari Julius. Semasa bersama si kaisar agung, Augustus diajari politik, militer, dan semua hal yang pernah dialami oleh Julius. Berbekal ilmu dari sang maestro, akhirnya Augustus tumbuh jadi pribadi yang luar biasa serta sangat luas pengetahuannya.

Ketika Julius Caesar dibunuh pada 44 SM, Octavian digadang-gadang sebagai penerusnya. Namun saat itu Octavian masih berumur 18 tahun dan masih belajar. Walau Octavian orang dekat dari Julius Caesar dan digadang-gadang menjadi penggantinya,  jalan itu tak serta merta mulus. Setelah kematian sang kaisar, Romawi mengalami pergumulan politik untuk merebut kekuasaan.

Banyak bangsawan dan tokoh politik yang mengincar kedudukan, termasuk pula Octavian. Mereka semua terlibat dalam pertempuran sengit untuk merebut tahta Kaisar. Octavian akhirnya bersekutu dengan Mark Anthony yang merupakan sahabat Julius Caesar dan memiliki pengaruh besar pada pasukan.

Kecerdikan Octavian ini membuahkan hasil. Bersama Marka Anthony, Octavian berhasil merebut Romawi dan memenagkan pergulatan politik dan akhirnya Octavian menjadi kaisar Romawi. Daerah taklukannya pun kemudian dibagi dua, Mark Anthony dibagian timur dan Octavian dibagian barat.

Pada puncak kejayaannya, kekayaan Augustus atau Octavian mencapai US$ 4,75 triliun dan menjadikannya manusia terkaya yang pernah hidup di bumi. (*)

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top