Perayaan Tahun Baru, PC Muslimat NU Kota Pasuruan Larang Tiup Terompet, Bagaiamana dengan Malang?

Surat imbauan perayaan tahun baru Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pasuruan yang salah satu poinnya menegaskan pelarangan meniup terompet (Istimewa).
Surat imbauan perayaan tahun baru Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pasuruan yang salah satu poinnya menegaskan pelarangan meniup terompet (Istimewa).

PASURUANTIMES, MALANG – Menuju tahun baru 2019, Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pasuruan mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh muslim di Pasuruan pada Sabtu (24/12/2018).

Surat dengan perihal Imbauan Tetap dalam Rumah Saat Pergantian Tahun Baru itu ditandatangani oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pasuruan yaitu Hj. Shofiyah Kusaeri sebagai ketua dan Dra. Hj. Masfufah MPdl selaku sekretaris.

Dalam surat itu, terdapat beberapa poin penting yang ditekankan kepada warga NU di Kota Pasuruan sebagai imbauan dalam perayaan pergantian tahun. Beberapa poin anjuran itu adalah, seluruh pengurus Muslimat NU di Pasuruan agar membentengi keluarganya untuk tidak keluar rumah saat pergantian tahun baru, tetapi mengisi dengan kegiatan Islami yang berhaluan Aswaja.

Diantaranya melakukan Khataman Al-Quran, Istighasah untuk keselamatan Bangsa dan Negara, Pengajian Umum, hingga santunan anak yatim dan dhuafa. Selain itu juga melarang kegiatan seperti meniup terompet karena meniup terompet adalah ritual Yahudi saat memanggil jamaahnya. Kemudian dilarang menyalakan kembang api karena ritual Kaum Majusi, dan membunyikan petasan karena merupakan ritual Nasrani.

Surat imbauan itu juga ditembuskan kepada PP Muslimat NU Jakarta dan Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Malang Khofida menyampaikan, larangan meniup terompet hingga menyalakan kembang api dan membunyikan petasan pada dasarnya memang sudah ada dalam ajaran Islam sejak lama. Sehingga, ia pun mengimbau agar muslimat di Kabupaten Malang juga mengimbau keluarganya untuk tidak melakukan hal serupa.

"Dari dulu, yang namanya meniup terompet sampai dengan menyalakan kembang api memang tidak dianjurkan. Jadi Muslimat ada baiknya untuk menyarankan keluarganya tidak melakukan hal serupa," jelasnya ketika dihubungi MalangTIMES, Senin (24/12/2018).

Lebih jauh perempuan ramah itu menyampaikan, PC Muslimat NU Kabupaten Malang tidak mengelurakan imbauan perayaan tahun baru secara tertulis. Namun ada berbagai imbauan yang sudah disampaikan kepada seluruh pengurus Muslimah NU dalam rapat yang digelar di Kantor Muslimat NU Kabupaten Malang pada Senin (24/12/2018).

"Kami tidak mengeluarkan surat secara tertulis, tapi kami sudah sampaikan dalam rapat beberapa imbauan," jelasnya lagi.

Poin-poin penting yang menjadi imbauan itu menurutnya adalah agar Muslimat NU di Kabupaten Malang menggelar doa bersama di rumah ataupun di Majlis Taklim untuk keselamatan diri sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Poin selanjutnya adalah mengawasi putra dan putrinya yang melakukan aktivitas di luar rumah saat momen pergantian tahun baru.

"Diawasi itu putra dan putrinya. Pergi ke mana, dengan siapa dan ke mana. Karena itu sifatnya sangat rawan jika tidak diawasi benar-benar," imbuhnya.

Poin selanjutnya adalah tidak melakukan perayaan dengan cara yang berlebihan. Terlebih dengan meniup terompet, menyalakan kembang api, dan membunyikan petasan. Artinya, warga NU diimbau untuk tetap merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih berfaedah.

Khofidah juga menyampaikan, tahun baru merupakan bagian dari evaluasi atas pencapaian di tahun sebelumnya. Maka setiap kalangan, terutama organisasi Muslimat harus lebih bijaksana dengan kondisi yang ada hari ini. Tentunya semakin bijaksana dalam mengantisipasi setiap kemungkinan yang ada.

"Pergantian tahun juga menjadi waktunya kita bersama melakukan evaluasi. Maka Muslimat NU tentunya harus lebih baik lagi ke depannya," paparnya.

Terpisah, Sekretaris Muslimat Nu Kota Malang, Hj Uswatun Hasanah menyampaikan jika Muslimat NU Kota Malang tidak mengeluarkan surat edaran ataupun imbauan berkaitan dengan perayaan tahun baru. Sampai saat ini, organisasi juga belum ada pembahasna berkaitan dengan perayaan malam pergantian tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Selama ini kami tidak pernah mengeluarkam surat imbauan, karena dari pusat memang belum pernah memberi imbauan khusus terkait hal itu (perayaan tahun baru; red),"  jelasnya.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top