Buku dan Surat Berharga Miliaran Rupiah, Ada Yang Hanya Berisi Satu Baris Kalimat

Satu dari buku dengan harga fantastik berusia ratusan tahun. (Ist)
Satu dari buku dengan harga fantastik berusia ratusan tahun. (Ist)

PASURUANTIMES, MALANG – Tidak heran kalau banyak orang kaya di dunia mengoleksi buku atau berbagai catatan dalam bentuk surat. Pasalnya, beberapa buku dan surat ternyata memiliki nilai uang yang luar biasa.

 Bahkan, bisa dikatakan fantastik dalam ukuran manusia kebanyakan. Harga buku dan surat-surat tersebut bisa sampai berharga puluhan sampai ratusan miliar rupiah.

Tentu akan sangat mencengangkan, bukan. Satu buku atau beberapa helai surat dalam kertas bisa memiliki harga jual sampai puluhan dan ratusan miliar rupiah. Bahkan, ada satu buku dengan ketebalan 100 halaman yang hanya berisi satu baris kalimat terjual seharga  20 ribu US Dollar.

Buku dan surat seperti apakah yang mampu membuat para kolektor merogoh rekening bank-nya begitu dalam. MalangTIMES merangkumnya untuk Anda.

1. Surat Presiden Pertama AS

Hanya berisi tulisan sebanyak empat halaman, surat yang ditulis George Washington, presiden pertama Amerika Serikat (AS), ini terjual dengan harga 3,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 44,8 miliar saat itu dalam sebuah lelang di New York. Surat bertanggal 9 November 1787 itu ditulis untuk keponakan laki-lakinya, Bushrod yang merupakan delegasi di konvensi ratifikasi bagian Virginia. 

Bagian dari surat Washington tersebut menanyakan sebuah pilihan terbaik bagi AS kala itu kepada keponakannya. "Apakah yang terbaik bagi States adalah bersatu atau tidak bersatu?" tulisnya dalam surat yang menjadi salah satu sejarah terpenting bagi rumah lelang Christie, seperti dilansir kantor berita AFP.

2. Surat Tuhan Seharga 41 Miliar Rupiah

Rumah lelang Christie di New York kembali ketiban pulung. Sebuah surat bertulis tangan yang bertanda tahun 1954 dan disebut Surat Tuhan terjual dengan harga 2,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 41 miliar saat itu. 

Surat Tuhan ditulis oleh fisikawan besar abad ke-20 yang merupakan penemu teori relativitas, yaitu Albert Einstein. Surat Tuhan  Einstein awalnya ditujukan sebagai tulisan tanggapan atas sebuah buku berjudul Choose Life: The Biblical Call to Revolt (Pilih Hidup: Panggilan Alkitab untuk memberontak) karya filsuf Yahudi-Jerman bernama Eric Gutkind (18771965).

Dalam buku Gutkind tersebut, Einstein keberatan dengan klaim dan pencomotan namanya. Gutkind menulis mengenai 'superioritas' bangsa Yahudi. Jiwa orang Yahudi sempurna secara intelektual dan spiritual,.  Untuk memperkuat klaimnya itu, Gutkind mencomot nama Einstein sebagai contoh superioritas intelektual orang Yahudi. 

Pencomotan namanya yang dipakai alat klaim kesempurnaan kaum Yahudi dibalas Einstein melalui Surat Tuhan. "Aku bangga menjadi seorang Yahudi, namun Yudaisme yang diklaim murni sebenarnya tak ada bedanya dengan agama lain; sama-sama wujud dari takhayul primitif," tulis Einstein, yang melanjutkan, "Orang Yahudi tidak berbeda dengan manusia lainnya dan tak bisa disebut sebagai bangsa pilihan".

3. Surat Cinta Seharga Rp 360 Juta

Inilah salah satu surat cinta termahal di dunia. Dengan harga mencapai Rp  360 juta. Ditulis dalam luapan kegembiraan bercampur dengan ketakutan oleh salah satu pahlawan angkatan laut terbesar dalam sejarah Britania Raya bernama Horatio Nelson (1758-1805). Dua rasa yang bergejolak dalam diri sang pahlawan dalam suratnya sebenarnya berisikan kabar mengenai kelahiran seorang anak.

Tapi, kegembiraan dalam surat tersebut dibalut rasa takut. Nelson tidak berharap bahwa anak yang lahir tersebut diketahui asal-usul ayah dan ibu kandungnya. Anak dalam surat cinta Nelson adalah anaknya sendiri dengan Emma Hamilton yang merupakan wanita idaman lain (WIL)-nya. Anak tersebut adalah buah dari cinta terlarang mereka yang sama-sama telah berkeluarga.

Horatia, begitulan nama anak dari buah cinta terlarang tersebut, lahir tahun 1801. Agar hubungan gelap tersebut tidak merusak reputasi mereka yang gemilang di mata masyarakat, mereka menyembunyikan identitas asli Horatia. Mereka mengaku merupakan orang tua baptis dari sang anak tersebut. 

Selain tiga surat dengan harga fantastik dan memiliki sejarahnya masing-masing di eranya, buku-buku termahal di dunia pun mengikuti jejak surat-surat tersebut. Walaupun banyak buku dengan harga tidak masuk di akal orang kebanyakan, tiga buku yang dirangkum MalangTIMES ini masih berada di posisi termahal dunia.

1. Codex Leicester karya Leonard da Vinci

Leonardo da Vinci, sang pelukis, pemahat, arsitek, penemu, penulis, filsuf sekaligus musikus, tidak hanya terkenal dengan lukisan Monalisa dan Perjamuan Terakhir. Tapi buah karya tulisannya juga menjadi buku paling mahal di dunia. 

Codex Leicester atau Codex Hammer tulisan ilmiah yang ditulis Leonard da Vinci ini terjual dengan harga 30.802.500  dolar AS atau setara Rp 409 miliar saat tahun 1994. Codex Hammer hanya memiliki 72 halaman serta ditulis dalam bahasa Italia. 

2. Magna Carta (Exemplar)

Dikenal sebagai Magna Carta Libertatum dalam bahasa Latin yang berarti Piagam Besar dari Kebebasan (The Great Charter of the Liberties ).  Ditulis oleh John (The King of London)dan Stephen Langton. Dalam sebuah pelelangan di Sotheby, New York, David Rubenstein membelinya dengan harga 21.300.000 dolar AS atau setara Rp 283 miliar saat itu.

3. ST Cuthbert atau Stonyhurst Gospel

ST Cuthbert atau Stonyhurst Gospel ditulis dalam bahasa latin dan menjadi buku Injil saku di awal abad ke-8. Buku ini merupakan contoh utama dan paling awal dari penjilidan buku pada masanya. Bahkan, buku ini dihiasi dengan kulit mengikat yang terlihat artistik dan paling pertama dari sebuah tulisan yang tersusun dan terjilid rapi. 

Dengan berbagai keunikan dan sejarah panjangnya, buku ST Cuthbert atau Stonyhurst Gospel laku dijual dengan nilai  14.300.000 dollar AS atau senilai Rp 190 miliar. 

Terakhir adalah buku termahal walaupun belum bisa mengalahkan ketiga buku di atas. Keunikannya, buku dengan judul "The Onliest and The Deepest Secrets of The Medical Art"  atau Rahasia Paling Mendalam dan Satu-satunya dalam Deni Pengobatan laku dijual 20 ribu dollar AS walaupun hanya berisikan sebuah kalimat sederhana.

"Jaga diri untuk tetap tenang, jaga kaki agar tetap hangat, dan kamu akan membuat dokter terbaik sekalipun menjadi miskin." Begitulah kalimat dalam buku setebal 100 halaman yang hanya terisi satu baris kalimat di satu halaman saja. Sedangkan 99 halaman lain dari buku karya Boerhaave, seorang dokter Belanda, itu kosong tanpa ada satu pun aksara. 
 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top