Pulau-Pulau Terlarang Ini Memiliki Masa Lalu Kelam

Pulau Gruinard (Foto: Wikipedia)
Pulau Gruinard (Foto: Wikipedia)

PASURUANTIMES, MALANG – Di dunia ini masih terdapat banyak pulau yang tidak dihuni. Alasan mengapa pulau-pulau itu tidak dihuni pun beragam. Ada yang dihuni predator berbahaya, terdapat virus beracun, hingga masa lalu pulau itu yang amat kelam. 

Alasan-alasan tersebut membuat pulau-pulau berbahaya itu dilarang untuk dikunjungi, bahkan ditempati. Para wisatawan pun dilarang menginjakkan kaki ke pulau-pulau berbahaya tersebut.

 Berikut ini 10 pulau terlarang dan berbahaya tersebut.

1. Ilha De Queimada Grande, Brazil

Ilha De Queimada Grande terletak tersembunyi di suatu tempat di lepas pantai Brazil. Pulau ini secara luas diakui sebagai tempat yang paling berbahaya di dunia. Sebab, tempat ini dipenuhi salah satu ular paling berbisa di dunia, yakni bothrops. Para peneliti memperkirakan bahwa ada sekitar 5 ular per meter persegi tinggal di pulau ini.

Dulunya, ada seorang penjaga mercusuar yang diserang oleh ular dan meninggal. Sejak kejadian tersebut, mercusuar di pulau ini bekerja secara otomatis. Pemerintah Brazil telah melarang setiap pengunjung untuk menjejakkan kaki di pulau ini.

2. Pulau Bikini, Marshall

Meski dinamakan Pulau Bikini, bukan berarti pulau ini layak dikunjungi wisatawan. Pulau karang yang terletak di kawasan Mikronesia Republik Kepulauan Marshall ini dulunya pernah menjadi tempat percobaan nuklir.

Pada tahun 1986, pemerintah setempat menyatakan pulau ini sudah layak dihuni kembali. Namun ternyata masih ditemukan seorang penduduk lokal yang terkena dampak radiasi hampir 90 persen di tubuhnya. Alhasil penduduk di sini malah menderita penyakit berbahaya akibat radiasi yang tak pernah pulih.

3. Pulau Poveglia, Italia

Awalnya pulau ini difungsikan sebagai tempat untuk mengkarantina penderita penyakit lepra. Kemudian pada tahun 1922 dibangun sebuah rumah sakit jiwa di pulau ini. Entah terlalu depresi, banyak penderita penyakit jiwa terjun dari menara gedung yang cukup tinggi. Mereka kemudian tewas satu per satu.

Mayat mereka kemudian dibiarkan begitu saja hingga membusuk dan menyisakan tulang-belulang. Hingga saat ini, jumlahnya mencapai 160 ribu jenazah yang ada di pulau kecil tersebut.

4. Pulau Surtsey, Islandia

Pada tahun 1963 di perairan Islandia, sebuah gunung berapi bawah laut meletus dan dalam waktu singkat pulau baru seluas 2,7 km persegi terbentuk. Pulau ini segera mendapat perhatian dari berbagai ilmuwan dari berbagai negara karena merupakan contoh luar biasa ada formasi pulau dan menjadi awal kehidupan baru.

Sejak saat itu, Pulau Surtsey dinamai berdasarkan karakter mitologi Surtr yang artinya adalah pemimpin raksasa api. Pulau ini hanya boleh dikunjungi untuk tujuan ilmiah. Sementara area ini terbatas bagi wisatawan.

5. Pulau Sentinel Utara, Andaman 

Salah satu dari pulau-pulau di Kepulauan Andaman di Teluk Benggala adalah rumah bagi suku pribumi Sentinel yang berbahaya. Suku ini menghindari kontak dengan peradaban modern. 

Menurut para ilmuwan, kaum pribumi menghabiskan hingga 6 ribu tahun dalam isolasi dari sisa peradaban manusia. Orang-orang ini secara aktif mempertahankan wilayah mereka.

Pada tahun 2004, Suku Sentinel menyerang sebuah helikopter pemerintah India yang terbang di atas pulau itu dengan panah. Padahal, mereka sedang mencari tahu apakah penduduk setempat membutuhkan bantuan setelah terjadinya tsunami dahsyat akibat gempa bumi Aceh.

6. Pulau Gruinard, Skotlandia

Pada tahun 1942, pemerintah Inggris membeli Pulau Gruinard untuk menguji senjata biologis, khususnya anthrax. Selama percobaan, ditemukan bahwa anthrax telah mencemari lingkungan untuk jangka waktu yang panjang dan menyebabkan kematian penduduk di 95 persen kasus.

Sampai tahun 1980-an, Pulau Gruinard adalah salah satu tempat paling mematikan di planet ini. Pada tahun 1986, para ilmuwan akhirnya memulai pembersihan pulau ini hingga dinyatakan aman pada tahun 1990. Namun, belum ada manusia yang berani menetap di sana.

7. Pulau Vozrozhdeniya, Uzbekistan

Pulau ini sungguh berbahaya karena pernah menjadi pusat pembuatan senjata biologi oleh Uni Soviet pada tahun 1948. Virus seperti anthrax, tularemia, dan smallpox pernah dibuat di sini. Menurut dokumen yang ditemukan, virus-virus tersebut dimasukkan ke dalam senjata dan disimpan di pulau tersebut.

Pulau ini ditelantarkan selama beberapa waktu lamanya. Pada tahun 2000, pemerintah Amerika Serikat membantu untuk membersihkan kawasan tersebut dari virus. Namun tetap tak ada yang berani masuk ke pulau tersebut.

8. Pulau Okinoshima, Jepang

Pulau Okinoshima memiliki aturan melarang kaum hawa untuk menginjakkan kaki di pulau tersebut. Pulau ini masih menerapkan tradisi keagamaan Shinto. Aturan yang melarang perempuan untuk datang tersebut sudah ada sejak zaman kuno.

Laki-laki juga harus berhati-hati ketika berkunjung ke sana. Sebab, pakaian mereka harus dilucuti dan mengikuti ritual pemurnian sebelum tiba di sana. Mereka yang berkesempatan untuk berkunjung pun tidak diperkenankan untuk mengambil apa pun sebagai suvenir saat akan meninggalkan pulau, bahkan dedaunan sekalipun.

9. Pulau Farallon, Amerika Serikat

Antara tahun 1946 dan 1970, perairan di sekitar pulau ini menjadi tempat pembuangan sampah radioaktif. Diperkirakan terdapat 47.500 drum baja radioaktif yang dibuang di pulau ini.

Selain itu, perairan di pulau ini juga merupakan habitat hiu putih raksasa yang terkenal ganas. Bahaya-bahaya tersebut yang menjadikan pulau ini ditinggalkan penghuninya. Hingga kini, tak pernah ada orang yang berani mendatanginya lagi.

10. Pulau Ramree, Myanmar

Pulau yang berada di barat Myanmar ini dulunya adalah lokasi perang yang sangat mencekam. Menurut cerita yang beredar, pada masa Perang Dunia Kedua, terdapat sekitar 400 tentara Jepang yang bersembunyi di semak belukar dari kejaran tentara Inggris.

Kemudian peristiwa mengerikan terjadi. Sebanyak 400 tentara Jepang itu tak pernah tahu bahwa Pulau Ramree ternyata banyak dihuni predator paling menakutkan di dunia, yaitu buaya air asin. Akibatnya, tentara Jepang pun tewas satu per satu secara mengenaskan karena tercabik-cabik buaya ganas ini. 

Tak heran jika Pulau Ramree akhirnya dilarang dikunjungi wisatawan. Sebab hingga saat ini, ratusan buaya masih mendiami berbagai sudut pulau tersebut.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top