Sekkota Pasuruan: Saya Kecewa Dibohongi Wali Kota Setiyono yang membayar Talangan Kerugian Negara Proyek Lahan Panggungrejo

Sekkota Pasuruan audensi dengan aktivis Kompak.
Sekkota Pasuruan audensi dengan aktivis Kompak.

PASURUANTIMES –  Sekretaris Kota (Sekkota) Pasuruan Bahrul Ulum mengaku kecewa atas pengakuan Wali Kota Setiyono yang memberikan talangan Rp 200 juta atas denda kerugian negara pada proyek pengadaan lahan kantor camat Panggungrejo. Padahal, denda atas temuan BPK RI tersebut menjadi kewajiban pemilik lahan, Handoko,  dengan mengembalikan kelebihan pembayaran senilai Rp 2,9 miliar.

Menurut  Bahrul Ulum, ia tidak mengetahui jika uang pengembalian tahap satu yang disetor ke kasda Rp 498.502.000 merupakan dana talangan yang berasal dari setoran fee rekanan pelaksana proyek. Melalui orang kepercayaan Setiyono, Hendriyanto Heru Prabowo memberikan uang Rp 200 juta kepada Amin, camat Panggungrejo, untuk menutupi kerugian negara tersebut.

“Saya kecewa. Uang pengembalian itu ternyata bukan berasal dari Handoko, pemilik lahan. Saya tidak tahu jika uang itu dari Pak Wali Kota. Saya hanya dapat laporan dan bukti setoran dari PPTK proyek pengadaan lahan,” kata Bahrul Ulum saat audensi dengan aktivis Konsorsium Masyarakat Pasuruan Anti Korupsi (Kompak).

Seperti diberitakan, pada fakta persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dengan terdakwa M. Baqir, terungkap bahwa Wali Kota Setiyono memberikan sumbangan Rp 200 juta untuk membayar denda pengembalian kepada Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI. Uang tersebut diberikan kepada Amin, camat Panggungrejo, untuk disetorkan kepada kas daerah sebagai angsuran denda.

Padahal, berdasar rekomendasi BPK, pengembalian uang negara itu dibebankan kepada Handoko sebagai pemilik lahan yang dibeli Pemkot Pasuruan. Namun faktanya, justru Wali Kota Setiyono memberikan dana talangan Rp 200 juta untuk menutup kerugian negara tersebut. Ironisnya, dana talangan itu berasal dari hasil ‘copetan’ para rekanan pelaksana proyek.

Atas fakta tersebut, pihaknya mengaku belum menentukan sikap atas pembayaran kerugian negara yang bukan berasal dari pemilik lahan. Apalagi jaminan sertifikat tanah atas kekurangan pembayaran kerugian negara tersebut, saat ini sudah dikembalikan kepada Handoko.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top