Terlibat Korupsi, 10 ASN Pemkab Blitar Dipecat dengan Tidak Hormat

Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)
Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)

PASURUANTIMES, BLITAR – Nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blitar yang terseret berbagai kasus, sudah ditentukan. Pemberhentian sebagai andi Negara sudah menjadi keputusan final BKN RI demi menegakkan disiplin kerja di bidang tata pemerintahan.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Pemkab Blitar, Mashudi, mengatakan ada 10 ASN yang diberhentikan secara tidak hormat. Pemecatan ini sesuai perintah pemerintah pusat melalui surat keputusan bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 15 tahun 2018. Serta berdasar pada undang-undang kepegawaian. 

Menurut Mashudi, pemberhentian secara tidak hormat ini, dilakukan kepada ASN terlibat kasus hukum yang sudah penjara atau menjalani kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Kami sedang melaksanakan perintah pemerintah pusat melalui SKB dan berdasar UU kepegawaian. Itu amanatnya sesuai undang-undang harus diberhentikan secara tirak hormat. Alasanya karena terlibat kejahatan jabatan atau tindak pidana yang ada hubunganya dengan jabatan," kata Mashudi.

Dijelaskannya, 10 ASN yang diberhentikan secara tidak hormat ini, di antaranya ada staf pelaksana di kelurahan, kecamatan maupun kabupaten. Selain terlibat dalam tindak pidana korupsi 10 ASN yang diberhentikan tidak hormat ini, diketahui juga terlibat kasus hukum akibat mengunakan jabatanya untuk mencari keuntungan sendiri atau memperkaya diri. 

Meski demikian, Mashudi enggan menyebut detail jabatan dan nama ASN yang diberhentikan tidak hormat ini. Dengan alasan menghormati yang bersangkutan.  "Di kelurahan ada, kecamatan ada, di tingkat kabupaten juga," terangnya.

Dari pemecatan tersebut maka yang bersangkutan tidak lagi mendapatkan segala hak-haknya sebagai ASN. Seperti gaji dan tunjangan lain yang melekat pada diri yang bersangkutan termasuk pensiunan.

"Kami berharap hal ini juga dijadikan pembelajaran bagi seluruh ASN agar melaksanakan tugasnya secara sungguh-sungguh dan amanah terhadap jabatanya," tuntasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top