Andi Wiyono-Wongso Kembalikan Gratifikasi ke KPK Rp 500 Juta, Kepala BLP Nitip Rp 50 Juta

Kepala BLP Kota Pasuruan, Nyoman Swasti saat menjadi saksi.
Kepala BLP Kota Pasuruan, Nyoman Swasti saat menjadi saksi.

PASURUANTIMES – Dua rekanan kawak di Kota Pasuruan mengembalikan uang ‘susukan’ proyek kepada penyidik KPK sebesar Rp 500 juta. Uang hasil persekongkolan yang disita KPK ini menjadi barang bukti dugaan tindak pidana korupsi Wali Kota Pasuruan Setiyono dkk dalam ploting proyek di Pemkot Pasuruan.

Kedua rekanan tersebut yakni Andi Wiyono, Direktur CV Nita Konstruksi menitipkan barang bukti sebesar Rp 300 juta dan Wongso Kusumo, Direktur CV Sinar Perdana sebesar Rp 200 juta.

Pengembalian uang gratifikasi juga dilakukan Nyoman Swasti, Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan sebesar Rp 50 juta. Ia mendapat imbalan setelah memuluskan proses pelelangan proyek yang masuk dalam plotingan.

Anak buah Nyoman, Wakhfudi Hidayat, Kasubag Pengendalian BLP turut mengembalikan Rp 5 juta. Sedangkan Herlindra Kresnadi alias Hendro, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mencicil dua kali pengembalian sebesar Rp 900.000 dan Rp 1,7 juta.

Pengembalian uang gratifikasi ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya dengan terdakwa M Baqir, yang mendapatkan ploting paket proyek Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) senilai Rp 2,29 miliar. Barang bukti tersebut diserahkan pada saat pemeriksaan di KPK, November 2018 lalu.

Para rekanan yang menjalani pemeriksaan di KPK tersebut terkait ploting puluhan paket proyek di Pemkot Pasuruan. Paket proyek ini tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup dan RSUD dr Soedarsono.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Kiki Achmad Yani menyatakan bahwa pihaknya masih fokus pada pemeriksaan dugaan korupsi proyek PLUT tahun 2018. Pengembangan perkara bisa dilanjutkan pada proyek-proyek lain, termasuk pada pelaksanaan proyek tahun 2017.

“Kami fokus pada berkas penyidikan, terdakwa Baqir dulu. Tahun 2018, tidak hanya PLUT, masih banyak yang lain, termasuk pada tahun sebelumnya,” kata Kiki Achmad Yani.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top