Kompak Desak Realisasi Proyek Politik Dana Hibah dan Jasmas Dipending Usai Pemilu

Koordinator Kompak, Lujeng Sudarto
Koordinator Kompak, Lujeng Sudarto

PASURUANTIMES – Koalisi Masyarakat Pasuruan Anti Korupsi (Kompak) mendesak Pemkab Pasuruan untuk menunda pelaksanaan proyek politik yang berkedok bantuan dana hibah dan jaring aspirasi masyarakat (jasmas) setelah Pemilu berlangsung. Desakan ini menyusul adanya indikasi dan upaya para politisi di DPRD Kabupaten Pasuruan memaksakan pencairan program dana hibah senilai Rp 80 miliar.

“Kami minta realisasi program dana hibah dan jasmas dilaksanakan seusai Pemilu. Jika ternyata ada upaya percepatan sebelum Pemilu, diduga kuat digunakan sebagai instrumen politik untuk pengondisian konstituennya,” kata Koordinator Kompak, Lujeng Sudarto.

Seperti diberitakan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran (Timgar) Kabupaten Pasuruan menggelar rapat luar biasa di hotel mewah di Surabaya, membahas alokasi dana hibah dan jasmas sebesar Rp 80 miliar yang terancam hangus. 

Kedua tim keuangan ini menyamakan persepsi tentang pengalihan alokasi anggaran hibah untuk infrastruktur pedesaan yang tumpang tindih dengan anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat.

Menurut Lujeng, upaya pengalihan alokasi anggaran ini sah-sah saja dilakukan karena sudah menjadi kewenangan tim keuangan dalam program pembangunan di masyarakat. 

Namun jika pengalihan anggaran itu dipaksakan menjelang Pemilu, berpotensi disalahgunakan dan dikorupsi. Kekawatiran ini merujuk pada realisasi program dana hibah tahun 2018 lalu yang juga diduga terjadi penyimpangan.

“Pemkab Pasuruan harus mengevaluasi program dana hibah tahun lalu yang ditemukan adanya penyimpangan di lapangan. Pemkab tidak perlu memaksakan percepatan, tetapi mengupayakan agar dana hibah dan jasmas tersebut tersampaikan tepat sasaran,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya akan mengawal program dana hibah dan jasmas berjalan sesuai yang direncanakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk memonitoring realisasi dana hibah ini agar tidak terulang dugaan penyimpangan program tersebut.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top