Pelanggan PDAM Kategori Industri Hanya 20 Perusahaan di Kabupaten Pasuruan

Mobil operasional PDAM Kabupaten Pasuruan.
Mobil operasional PDAM Kabupaten Pasuruan.

PASURUANTIMES – Ironis. Kabupaten Pasuruan yang menjadi salah satu basis kawasan penghasil air bersih, tidak mampu mengelola kekayaan alamnya menjadi sumber pendapatan daerah. Dari sekitar 1.200 perusahaan yang berdiri di Kabupaten Pasuruan, yang menjadi pelanggan air bersih PDAM hanya 20 perusahaan saja.

Minimnya pelanggan industri ini karena tiadanya aturan yang mensyaratkan pendirian industri baru harus menggunakan air bersih dari PDAM. Selain itu, ketiadaan jaringan pipa distribusi air bersih di kawasan industri semakin melengkapi tiadanya pelanggan industri.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Pasuruan berkisar 18.000 sambungan rumah tangga (SRT). Setelah beroperasinya distribusi air bersih dari Umbulan, PDAM menargetkan tambahan pelanggan menjadi 25.000 SRT.

“PDAM Kabupaten Pasuruan memiliki kas yang besar, tahun 2017 mencapai Rp 12 miliar dan meningkat menjadi Rp 13 miliar pada tahun 2018. Pertumbuhan perusahaan lambat dari dan waktu ke waktu tidak semakin baik. Kas yang besar seharusnya diinvestasikan  pada penambahan jaringan distribusi dan peningkatan pelayanan masyarakat,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto.

Menurut Rohani, ketidak tersediaan jaringan distribusi air ini justru menjadi alasan bagi perusahaan memanfaatkan air bawah tanah (ABT) untuk kebutuhan bahan baku usahanya. Ironisnya, longgarnya proses perizinan pengeboran sumur ABT justru disalahgunakan.

“Pengetatan proses perizinan hingga pengawasan pemanfaatan sumur ABT industri ini tidak pernah dilakukan dengan baik. Ini tidak seimbang dengan pendapatan pajak dari pemanfaatan ABT tersebut,” tandas Rohani.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Pasuruan, Za’ari, menyatakan, saat ini pihaknya lebih fokus pada peningkatan pelayanan masyarakat dan pembenahan internal perusahaan. Program revitalisasi jaringan distribusi saat ini masih dalam tahap pendataan.

“Jaringan pipa distribusi PDAM ini merupakan peninggalan zaman Belanda. Untuk mendeteksi keberadaan pipa ini membutuhkan waktu panjang. Setelah itu akan dilakukan perbaikan pipa sehingga distribusi air ke pelanggan semakin baik,” kata Za’ari.

Dari 27 sumber air yang dimiliki, lanjut Za’ari, memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Kabupaten Pasuruan. Meski ada permintaan rata-rata 1.500 SRT setiap tahun, penambahan jaringan distribusi akan dilakukan bertahap.

“Kami tidak bisa melayani kebutuhan air untuk industri karena tidak ada jaringan distribusi air. Penambahan jaringan akan dilakukan secara bertahap,” kata Za’ari.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top