Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Koper Berlaku Gemulai dan Sering Dandan Menor

Rumah AS di Kec Udanawu Kab Blitar
Rumah AS di Kec Udanawu Kab Blitar

PASURUANTIMES, BLITAR – Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan pria tanpa kepala dalam koper yang ditemukan di Jembatan Karangggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. 

Pelaku berinisial AS warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, diamankan Polda Metro Jaya di Jakarta pada Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan keterangan AS, polisi meringkus pelaku lain, yakni AJ, warga Kediri, yang kemudian menunjukkan lokasi pembuangan potongan kepala korban di sebuah aliran sungai di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri

Dari penangkapan AS, terkuak sebuah fakta jika koper hitam yang dipakai para pelaku untuk membuang mayat Budi Hartanto ternyata adalah koper milik ibu kandung AS. 

Keterangan ini diungkapkan NG (55), ibu kandung  AS.

NG pun hingga kini masih kaget dan tak percaya, AS anak sulungnya menjadi salah satu pelaku pembunuhan disertai mutilasi mayat dalam koper. 

Wanita yang pernah bertahun-tahun mengadu nasib sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia ini tak henti-hentinya menitikan air mata menceritakan kembali tingkah laku anak laki-lakinya tersebut. 

"Anakku kok jahat banget," demikian kata-kata yang berulang-ulang diucapkan NG. 

Menurut NG, belakangan AS memang mengalami perubahan sikap yang sangat drastis. 

Sikap tak biasa ini ditunjukan AS, setelah sering berkumpul dengan teman-temanya yang dianggap NG aneh, meski NG sendiri tak pernah menyebut secara spesifik keanehan teman-teman AS tersebut. 

AS sering membawa teman-temanya pulang ke rumah di Desa Mangunan, Udanawu, Blitar setelah pulang bekerja di Malaysia sebagai juru masak. 

"Sering berkata kasar kalau sama saya. Kalau dibilangin selalu membantah, katanya aku wes gede mak ora usah mbok omongi (aku sudah besar mak tidak usah di kasih tahu)," ungkap NG. 

Jauh sebelum peristiwa tragis yang menjadikan AS pelaku utama, NG juga mengaku jika dirinya pernah mendengar cerita jika AS itu kerap memakai bedak dan lipstik. 

Cerita itu diterima saat NG masih bekerja sebagai TKW di Malaysia. 

"Di rumah ya biasa aja itu dandannya. Memang dulu pas saya masih di Malaysia pernah ada yang cerita kalau dia (AS) sering bedakan dan make lipstik. Tapi pas saya pulang yang biasa aja," terang dia. 

Bahkan menurut ibu tiga anak ini, ia tak menyangka, jika anak lelakinya diduga mengalami penyimpangan orientasi seksual. 

Karena AS dulunya pernah menikah dengan seorang wanita asal Jawa Tengah. 

Namun pernikahanya kandas hanya dalam hitungan bulan. 

"Enggak tau saya, masak seperti itu? lha dulu dia nikah sama wanita Jawa Tengah tapi memang sudah cerai," terang NG.

Hal senada diungkapkan para tetangga AS. Mereka kaget, AS yang sering kedapatan bertingkah gemulai itu menjadi salah satu jagal mayat dalam koper. 

"Ya kaget masak membunuh, wong dari jalanya saja kayak banci lo gemulai gitu," ungkap Nur Kholik, tetangga AS yang tinggal paling dekat dengan rumah yang ditempati AS bersama ibunya.

Di mata para tetangga AS dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dan tertutup. 

Hanya NG, ibu AS yang sering bersosialisasi dengan warga sekitar rumah. 

"Kalau ibunya ya sering ngobrol kalau pas pulang jamaah di musala," tambah Nur Kholik.

Kholik mengaku pertama kali mengetahui AS sebagai pelaku pembunuhan setelah melihat pemberitaan di media massa. 

Setelah sebelumnya ia juga melihat sejumlah penyidik Polda Jatim mendatangi rumah AS, Jumat (12/4/2019) dinihari. 

Saat itu Kholik yang penasaran dengan suara bising kendaraan memberanikan keluar rumah. Ia melihat sejumlah mobil berjejer di depan rumah AS. 

"Saya mau mendekat memastikan ada apa, tapi ada bapak-bapak bilang ke saya sudah enggak usah mendekat pulang aja tidur. Kayaknya itu petugas kepolisian. Saya kaget, ada apa?. Lalu paginya saya diberi tahu AS membunuh temanya, dan lihat berita langsung saya ingat kejadian dinihari ramai-ramai di rumah AS ternyata benar penggeledahan," terangnya. 

Selain Nur Kholik, cerita serupa juga diungkapkan tetangga AS lainya Nawaru. Bahkan Nawaru pernah melihat AS berdandan layaknya perempuan. 

Ia tidak menyangka mayat dalam koper tanpa kepala di bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar dibunuh oleh AS. 

"Kayak cewek gitu gayanya, jalannya juga kayak cewek  saya juga pernah lihat dandan kayak cewek. Kok bisa gitu lo tega membunuh sampek dimutilasi," ujar Nawaru.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top