Generasi Milenial Harus Bangga terhadap Islam dan Pintar Berbagai Bidang untuk Memperjuangkannya

Professor of Immunology sekaligus Ketua Jurusan Biologi UB Muhaimin Rifa
Professor of Immunology sekaligus Ketua Jurusan Biologi UB Muhaimin Rifa'i PhD Med Sc dalam acara Tarhib Ramadhan 1440 H 'Kaum Milenial, Alquran itu Keren' di Gedung Pascasarjana UIN Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

PASURUANTIMES, MALANG – Kita patut berbangga beragama Islam. Banyak hal yang patut dibanggakan dari Islam. Salah satunya adalah kitab sucinya, yakni Alquran. Alquran adalah kitab suci yang amat luar biasa yang berbeda dengan kitab-kitab yang lain.

Hal ini dijelaskan oleh Professor of Immunology sekaligus Ketua Jurusan Biologi Universitas Brawijaya (UB) Muhaimin Rifa'i PhD Med Sc dalam acara Tarhib Ramadhan 1440 H dengan tema 'Kaum Milenial, Alquran itu Keren' yang diinisiasi oleh media online berjejaring terbesar di Indonesia Malangtimes.com, bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Malang, dan DPD Hidayatullah Malang di Gedung Pascasarjana UIN Malang, Sabtu (27/4).

"Biasanya pembukaan buku tertulis bahwa buku tersebut banyak sekali kesalahan dan kelemahan dan mohon kritik dan saran. Berbeda dengan Alquran, dengan pembukaannya Alif lam mim dzalikal kitabu la raiba fihi hudan lil muttaqin," paparnya.

Dijelaskan oleh Muhaimin, arti dari ayat Alquran tersebut ialah bahwa inilah kitab Alquran yang tidak ada kebengkokan di dalamnya, tidak ada keraguan, sebagai petunjuk untuk orang yang bertakwa. "Jadi ini kitab yang luar biasa berbeda dengan buku yang lain. Kita harus berbangga," tandasnya.

Selama ini, banyak orang yang mencoba mencari kesalahan Alquran. Akan tetapi nyatanya, mereka tidak pernah bisa mencari kecacatan dalam Quran. "Bahkan sejak zamannya Rasulullah, orang itu berusaha menandingi Alquran sehingga ditantang oleh Alquran untuk membuat satu ayat saja. Tidak ada yang bisa. Inilah kehebatan Alquran sehingga kita harus bangga dengan Alquran itu," ceritanya.

Kepada para audiens yang sebagian besar santri Ar-Rohmah, Muhaimin berpesan agar mereka berjuang untuk agama Islam. Caranya, yakni dengan terus belajar. Belajar apa saja, mulai politik, ilmu pengetahuan, agama, dan lainnya serta berusaha menjadi orang yang memiliki kemampuan finansial.

"Kita harus berjuang untuk agama kita. Bagaimana berjuang kalau kita tidak punya kemampuan finansial, sains, dan lain-lain. Maka dari itu harus belajar dan belajar," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top