Ngaji Kebangsaan Rajut Persatuan dan Lupakan Konflik Pilpres

Ngaji kebangsaan dan santunan anak yatim piatu.
Ngaji kebangsaan dan santunan anak yatim piatu.

PASURUANTIMES – Gegap gempita pemilu legislatif dan presiden usai sudah. Namun gesekan konflik antar pendukung berpotensi semakin memanas menjelang pengumuman hasil Pilpres 22 Mei mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Garda Pemuda Partai Nasdem Moh Haerul Amri mengingatkan bahwa kontestasi politik sudah selesai. Saat ini sudah tidak ada perbedaan kepentingan politik antara satu orang sama orang lain.

"Pesta politik sudah usai. Segala perbedaan kepentingan politik yang berdampak renggangnya hubungan kekeluargaan harus segera diakhiri. Rajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Moh Haerul Amri pada kegiatan Ngaji Kebangsaan dan Santunan Anak Yatim Piatu di Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Gus Amri, panggilannya, para pemuda memegang peranan penting dalam upaya merajut dan membangun kembali semangat kebangsaan, ke-Indonesiaan. Upaya ini lebih penting daripada beradu argumen tentang pernak pernik pasca pemilu.

“Pemuda menjadi generasi penerus bangsa. Apa jadinya, jika pemuda sekarang sudah teracuni soal isu-isu hoax yang tidak benar. Jika itu terjadi, ancaman terbesarnya adalah persatuan dan kesatuan bangsa ini runtuh dan akan timbul konflik, perpecahan dan permusuhan,” tandas Gus Amri.

Karenanya, merajut kembali persaudaraan dan kebersamaan harus dijaga. Lupakan Pilpres dan Pileg yang telah banyak menyita tenaga dan pikiran hingga permusuhan antar keluarga. Membangun kembali komunikasi di bulan Ramadan yang penuh rahmat merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan semangat kebangsaan.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Pasuruan TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top