IPW Desak Polri Ungkap Dalang dan Donatur di Balik Aksi Demo Rusuh 22 Mei

Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW)
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW)

PASURUANTIMES, BANYUWANGI – Kesabaran aparatur TNI Polri dalam menghadapi aksi demonstran yang anarkis selama dua hari di Jakarta patut diapresiasi. Meski demikian, Polri sebagai institusi penegak hukum harus segera mengungkapkan, siapa dalang dan siapa yang membiayai aksi demo yang berlanjut rusuh tersebut.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai ada empat poin yang perlu diusut dan dijelaskan Polri secara transparan kepada publik. Pertama, Polri sudah menyita satu mobil ambulance berlogo Partai Gerindra yang diduga menyuplai batu untuk demonstran.

Siapa pemiliknya dan siapa otak penyuplai batu untuk melempari aparat itu? Kedua, Polri sudah menyita sejumlah uang dari beberapa demonstran yang diduga pelaku kerusuhan, sehingga Polri mengatakan mereka adalah massa bayaran.  

"Poin ketiga, Polri harus mengungkapkan, siapa pelaku penembakan dengan peluru tajam yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan terluka. Lalu apa kaitannya dengan penemuan ratusan butir peluru tajam di lokasi kerusuhan," papar Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW, sebagaimana siaran pers yang dikirimkan ke media ini, Kamis (23/5/19).

Untuk poin keempat, Polri dan TNI sudah menahan jenderal purnawirawan yang juga tim kampanye Capres 02 yang diduga terlibat dalam penyelundupan senjata api laras panjang.

"Keempat hal ini perlu dijelaskan kepada publik, apa kaitan dan kontribusinya dalam aksi demo yang berlanjut pada kerusuhan selama dua hari di Jakarta. Selain itu Polri harus mengusutnya dengan tuntas agar diketahui, apakah aksi demo yang rusuh itu diorganisir secara masif atau hanya ulah oknum- oknum tertentu di balik pendukung 02," desak Pane.

Demikian juga dengan adanya temuan Polri bahwa adanya masa bayaran, siapa yang membayar harus segera dikejar dan ditangkap aparat kepolisian. Apakah yang bersangkutan figur partai, pengusaha, atau anak mantan penguasa.

"Hal ini agar diketahui apakah penyandang dana itu sebuah kelompok yang masif atau perorangan. Polri perlu bekerja cepat agar pihak yang bermain- main dengan kerusuhan tersebut bisa disapu bersih, sehingga mereka tidak lagi membuat kekacauan pada saat pelantikan presiden terpilih di Pilpres 2019 ini," tegas Pane.

Pewarta : Hakim Said
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top