Kalah Dikalangan ASN, Menang di Tiga Segmen, Ini Jawaban Lembaga Survei Terkait Kemenangan Jokowi

Kampanye Jokowi dalam pilpres yang mampu menumbuhkan militansi di segmen wong cilik melalui kartu sakti (Ist)
Kampanye Jokowi dalam pilpres yang mampu menumbuhkan militansi di segmen wong cilik melalui kartu sakti (Ist)

PASURUANTIMES, MALANG – Masyarakat masih memperbincangkan hasil pilpres 2019. 

Khususnya terkait pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko, yang membantah tudingan adanya penyalahgunaan kekuasaan dengan memobilisasi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilu. 

Menurut dia, justru raihan suara Jokowi-Ma'ruf di kelompok itu sangat kecil. 

"Tahu enggak, BUMN yang milih 02 itu 78 persen. Menggerakkan ASN? ASN 72 persen yang milih (Prabowo-Sandiaga)," ucapnya dilansir berbagai media.

Pernyataan Moeldoko ini yang menjadi ramai dalam masyarakat, terutama di media sosial. 

Dimana mencuat narasi-narasi bahwa dengan pernyataan itu, memang telah terjadi kecurangan oleh Jokowi.

Pihak-pihak tersebut, baik melalui medsos maupun pernyataan langsung dalam berbagai perbincangan melihat angka prosentase dukungan kepada Prabowo hanya terlokalisir di pemilih yang berasal dari unsur BUMN dan ASN saja.

Denny JA dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyampaikan, bahwa lumbung suara Jokowi memang kalah di dua unsur tersebut. 

"Tapi pasangan 02 ini berhasil menumbuhkan militansi di tiga segmen pemilih yang lebih besar dari dua unsur itu," ucapnya.

Tiga segmen suara yang menempatkan posisi suara Jokowi lebih unggul dari Prabowo adalah pemilih minoritas (83,1 persen), pemilih wong cilik (56,4 persen), dan pemilih NU (53,8 persen).

"Di tiga segmen ini Jokowi unggul dan menjadi kunci kemenangan di Pilpres 2019," ujar Denny.

Dirinya mengungkapkan, di segmen pemilih kaum minoritas,  Jokowi menang telak sekali.

Mengusung spirit pendiri bangsa dan menjaga keberagaman Jokowi mampu merangkul segmen minoritas yang rindu munculnya pemimpin yang membawa spirit pendiri kebangsaan untuk menjaga keberagaman.

Segmen wong cilik dengan latar pendidikan paling tinggi SD, SMP dan sedikit yang SMA serta berdomisili di perdesaan pada umumnya menjadi penentu kemenangan Jokowi dalam pilpres 2019.

"Mereka tidak tersentuh media sosial. Dari semua percakapan riuh rendahnya media sosial tak menyentuh mereka. Mereka menonton TV program hiburan. Riuh rendahnya politik Jakarta dan elite politik tak menyentuh mereka," urai Denny JA.

"Tapi mereka terwakili dengan berbagai program Jokowi yang menyentuh kebutuhan dasar melalui berbagai kartu sakti Jokowi," imbuhnya.

Keberadaan Ma'ruf Amin sebagai cawapres pun semakin menguatkan posisi Jokowi. 

Sosok Ma'ruf mampu meraih suara pemilih NU sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia.

"Tiga segmen pemilih ini yang tidak bisa diraih maksimal oleh Prabowo," ujar Denny.

Lantas kenapa Jokowi ditinggal pemilih ASN dan BUMN? 

LSI sebenarnya sudah merilis temuan kecenderungan tersebut. 

Dimana sejak pilpres 2014 lalu, ASN memang lebih memilih Prabowo Subianto ketimbang Jokowi. 

Data Sigi Charta Politika pada 22 Desember 2018-2 Januari 2019 lalu pun menunjukkan angka pendukung Jokowi di kalangan ASN sebesar 40,4 persen. 

Sedangkan untuk Prabowo - Sandiaga yaitu 44,4 persen. 

Prosentase suara ASN tersebut, menurut Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika bagi Jokowi sudah naik ketimbang Pilpres 2014 lalu.

"Ada kenaikan pilihan dari ASN kepada Jokowi di pilpres 2019 dibandingkan 2014 lalu,” kata Yunarto.

Beberapa alasan Jokowi ditinggalkan ASN masih menurut Yunarto adalah alasan pragmatis. 

"Visi Prabowo yang ditawarkan bagi ASN lebih menarik yakni kenaikan gaji. Sedang Jokowi,  lebih menekankan pada digitalisasi sistem, seperti e-budgeting dan e-procurement, dan sistem lelang jabatan yang memungkinkan karier ASN lebih dinamis," ungkapnya.

Selain hal tersebut, Jokowi juga menyebutkan gaji ASN sudah cukup dan remunerasi sudah baik. 

Sedang Prabowo Istiqomah dengan tawarannya yaitu menaikkan gaji ASN.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top