Gantung Ijazah dan Fokus Jadi Pengangguran untuk Tagih Janji Jokowi, Pria Ini Disebut Korban Hoax

Wawan Hirawan saat menunjukkan ijazah yang digantung dalam videonya. (Foto: facebook Wawan Hirawan)
Wawan Hirawan saat menunjukkan ijazah yang digantung dalam videonya. (Foto: facebook Wawan Hirawan)

PASURUANTIMES, BATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. Berbagai respons pun muncul atas penetapan pasangan tersebut, termasuk dari  pria bernama Wawan Hirawan.

Yang menarik, Wawan merespons penetapan Jokowi-Ma'ruf dengan menggantung ijazahnya. Hal itu Wawan lakukan lantaran ingin menagih janji yang dilontarkan Jokowi  saat kampanye lalu. Kalimat itu ditunjukkan oleh akun Facebook Wawan dengan durasi 30 detik.

“Gantung ijazah karena Jokowi,” tulisnya sebagai keterangan video. Di awal video, pria ini mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

“Nama saya Wawan Hirawan ingin mengucapkan selamat untuk Bapak Jokowi dan Bapak Kyai Haji Maruf Amin atas terpilihnya menjadi presiden dan wakil presiden,” ungkap Wawan.

Selanjutnya, ia mengatakan ingin fokus menjadi pengangguran dan gantung ijazah karena janji kampanye Jokowi yang ingin memberikan gaji kepada pengangguran. “Hari ini saya resmi gantung ijazah dan ingin fokus menjadi pengangguran,” imbuhnya.

Video pria ini kemudian menjadi viral dan mendapat banyak komentar dari warganet. Namun, warganet malah menyoroti sikap Wawan. Mereka mengatakan tidak habis pikir masih ada orang yang berpikiran pendek seperti Wawan.

"Om wawan saya sekedar mengingatkan "bpk jokowi tidak pernah janji untuk menggaji orang malas" presiden aja kerja km bkn siapa2 malah bercita2 jd pengangguran " malas " kok pengen sukses, kamu berdoa 24 jam ( klinik ) diatas sejadah sutra klo kamu malas pun tak akan ada hasil om.., gk ada noda gk belajar y om ( sekedar mengingatkan )," komentar Mairul Aziz.

"Ini ni korban hoax, gak paham program jokowi. Gak sembarang pengngguran di gaji, harus yg ikutan pelatihan dulu, itu pun hanya di gaji beberapa bulan saja tidak selamanya," tambah Ridzwan Firdaus.

"Ijazah dipake ngelamar bukan di gantung," kata Martin Geraldi.

"Tidak salah juga kan mungkin beliau ini secara halus mengingatkan bapak jokowi akan janjinya. Semoga aja di tepati," ucap Muh Restu Iswahyudi.

"Waduh inilah contoh kalau denger berita cuma sepotong, tentunya ada syarat dan ketentuannya, ngapain memelihara orang malas," komentar Sri Suryantini.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top