Cuitan Baper Almarhum Sutopo Semasa Hidup yang Bikin Kangen Warganet

Screenshot @sutopo_PN
Screenshot @sutopo_PN

PASURUANTIMES, MALANG – Aliran duka cita atas meninggalnya (Alm) Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (7/7/2019) dini hari di Guangzhou China, terus mengalir dari berbagai kalangan. 

Tak terkecuali dari warganet yang begitu familiar dengan berbagai cuitannya terkait informasi bencana alam.

Kerinduan warganet terhadap (alm) Sutopo menjadi terlihat wajar dengan rajinnya beliau berkicau di akun pribadi twitternya. 

Menyapa pengikutnya yang berjumlah 235,1 ribu selama beliau hidup.

Bukan hanya cuitan terkait bencana, (alm) Sutopo juga kerap menuliskan sesuatu yang bikin warganet tersenyum dan baper.

@matortortor misalnya menuliskan, "Tapi percayalah, banyak hal yang tak bisa terwakilkan melalui bahasa kata, biarkan melalui bahasa yang lain, seperti aku yang diam lalu tersenyum saat mengingat dirimu," tulisnya.

Dari penelusuran di akun pribadinya, (alm) Sutopo beberapa kali menciutkan kata-kata yang bikin baper warganet.

"Jika seseorang yang mati rasa, jomblo dan tak ada hasrat pada lawan jenis. Itu tak ubahnya gunung mati. Tak ada dinamika. Tak terdeteksi aktivitas vulkanik. Jadinya gersang dan kering.
Kamu mau jadi kayak gunung mati? Enggak kan? Makanya naksirlah agar hatimu berdinamika," cuit (alm) Sutopo dalam postingannya di tahun 2018 lalu.

Atau cuitan lainnya, seperti ini :

"Gunungapi itu tak ubahnya manusia.  Jika menyimpan perasaan di dapur magmanya akan dikeluarkan dalam erupsi, tremor, dan lainnya.
Jika kalian memendam rasa cinta dan naksir pada seseorang. Ungkapkan. Jangan hanya disimpan dalam hati. Keluarkan erupsi dari dapur hatimu."

"Tahun 2018 segera berlalu. Berganti 2019. Berarti ganti kalender juga.  Daripada bingung cari foto kalender, lebih baik gunakan foto gunung yang memesona. Meski erupsi tetap indah. Tak menakutkan. Daripada pasang foto mantan. Yang muncul adalah erupsi amarah, sedih & ketakutan."

Kemahiran (alm) Sutopo dalam meracik kalimat antara informasi bencana alam dengan perasaan manusia, juga terlihat dari cuitan berikut ini :

"Saat cuaca mendung. Jangan bersandar atau berteduh di bawah pohon. Bahaya. Bisa kerobohan pohon atau disambar petir. Petir akan mencari benda/pohon tinggi.
Yang utama tetaplah bersandar pada Allah SWT atas kehidupanmu. Bersandar di bahu pacar saat cuaca mendung tetap bahaya"

"Foto ini cocok buat kalender 2019. Saat Semeru bertudung. Fenomena langka dan indah. Jarang terjadi awan lenti yang cukup besar menutup puncak gunung dengan padi sawah yang menguning. Daripada bingung cari foto lain. Pakai foto mantan buat kalender kan nggak mungkin."

Berbagai cuitan inilah yang membuat warganet kangen terhadap sosok pekerja keras, (alm) Sutopo.
 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top