Mbah Moen Apresiasi Pertemuan Jokowi-Prabowo, PA 212 Malah Sebut Umat Sakit Hati

Pertemuan Jokowi-Prabowo mendapat respons pro dan kontra. (Ist)
Pertemuan Jokowi-Prabowo mendapat respons pro dan kontra. (Ist)

PASURUANTIMES, MALANG – Pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto beberapa hari lalu ternyata berdampak besar bagi masyarakat Indonesia. Berbagai apresiasi berlahiran, walaupun ada pula yang menyesalkan sikap yang diambil Prabowo.

Misalnya Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang menyatakan kekecewaannya atas sikap Prabowo yang melakukan pertemuan dengan Jokowi tanpa memberi tahu mereka. Kepala Divisi Hukum (Kadiv) PA 212 Damai Hari Lubis menyatakan, organisasinya tidak akan lagi mendukung Prabowo. 

"Umat sakit hati. PA 212 akan tetap berjuang melawan pemerintah yang berat sebelah dalam penegakan hukum," ucapnya.

Lepas dari pro dan kontra itu, pertemuan dua tokoh yang meramaikan dua kali pilpres (pemilihan presiden) ini disambut juga doa dari tokoh NU sekaligus sesepuh PPP Kiai Haji Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Sebelumnya, Mbah Moenb juga sempat "ditarik-tarik" oleh dua kepentingan politik saat kampanye Pilpres 2019 lalu.

Mbah Moen memberikan apresiasinya kepada kedua tokoh bangsa itu. "Saya doakan ketemu lahir dan batin. Sehingga membawa Indonesia ini benar-benar negara yang satu. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa," ucap pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Jateng), tersebut. Mbah Moen juga berharap sudah tidak pakai satu, tapi menjadi negara kesatuan republik Indonesia.

Apresiasi Mbah Moen ini pun senada dengan warganet lainnya. Sebagian besar menyatakan dukungannya atas pertemuan kedua tokoh bangsa itu. Seperti yang disampaikan oleh @JoinJokowiCakI1. "Pertemuan yang mendapat respons positif oleh masyarakat ini, perlu dilanjutkan. Terutama oleh elite politik, sebagai tauladan bagi akar rumput," ujarnya.

@FattaYuan juga menyampaikan: "Anak bangsa sejati, Takan pernah menjadi pemecah belah negeri. Anak bangsa sejati Takan pernah berpikiran merubah ideologi negeri. Karena ia tau, "Merah putih" itu benderanya, "bhineka tunggal Ika" itu semboyannya dan "Pancasila" itu Dasar negaranya. Hidup NKRI."

Selain apresiasi Mbah Moen serta warganet lainnya itu, di satu sisi banyak pula yang menyayangkan pernyataan  PA 212 terkait pertemuan kedua tokoh bangsa itu. Warganet beramai-ramai memberikan komentar miring atas pernyataan Damai Hari Lubis.

@timur.yu11nardo menuliskan: "Fix mereka yang pro Prabowo adalah orang-orang yang membenci Jokowi. Jadi saat Prabowo bertemu Jokowi mereka perlahan meninggalkan Prabowo."

Penggunaan redaksi "umat tersakiti" dari Damai karena pertemuan yang memang dilandasi untuk kembali merajut persatuan antara dua belah kubu dalam Pilpres 2019  pun mendapat komentar pedas warganet. @pujilestari0304 menuliskan: "Itu PA 212 golongan apa sih, jangan mengaku Islam kalau menimbulkan rasa perpecahan, mengikat kebencian. Sebagai orang Islam saya merasa malu, dengan tingkah polah kalian yang mengatasnamakan Islam. Tapi ada orang damai kok malah sewot, Islam macam apaan itu, mirisnya negeriku," ujarnya.
 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top