Tinju Lawan Beruang: Sejarah Kelam Tontonan Manusia dari Abad Pertengahan

Pertandingan tinju antara manusia dan beruang yang sempat populer di abad pertengahan. (vice)
Pertandingan tinju antara manusia dan beruang yang sempat populer di abad pertengahan. (vice)

PASURUANTIMES, MALANG – Tinju menjadi salah satu olahraga terfavorit di dunia, dari zaman dulu sampai saat ini. Pertandingan yang mengadu kekuatan fisik, kelincahan, dan strategi untuk menjatuhkan lawan di dalam ring itu telah mewarnai dunia olahraga sampai saat ini.

Tapi, dalam sejarahnya, tinju sempat mengalami masa kelam walau tetap menjadi tontonan menarik di masanya. Tinju di abad pertengahan di beberapa negara Eropa akan membuat kita di masa ini pasti mengutuknya. Pasalnya, tinju di era itu menghadap-hadapkan manusia melawan beruang di dalam ring.

Dari berbagai sumber, di era itu tinju melawan beruang yang tentunya  gigi atau cakarnya telah dicabut, kaki dan ototnya dilukai, lalu dipaksa mengenakan sarung tinju, bak seorang manusia. Begitu sangat terkenalnya di berbagai negara Eropa.

Mengutip koran Daily Eagle dari Brooklyn, tinju melawan beruang pertama meraih popularitasnya di AS di tahun 1877. "Sebuah beruang Pyrenean yang bertarung melawan semua penantang menjadi atraksi utamanya ("Wrestling Bear Results"). Kemudian di bulan yang sama, Pete si beruang pegulat mengalahkan lawannya, Adrian, di Gilmore's Gardens di New York." tulis koran tersebut.

Tidak membutuhkan waktu lama, tinju ataupun gulat melawan beruang menjadi hiburan utama di berbagai venue di AS. Di New York, dua beruang sirkus bernama Lena dan Martin berpartisipasi di serentetan pertarungan melawan promoter event dan para penonton.

Tentunya, ada kalanya beruang yang dinyatakan kalah. Muncul pula korban jiwa dari para petinju yang mewakili wangsa manusia. 

Hal ini dicatat dari berbagai media saat itu. Misalnya, beruang yang dinamakan Lena berhasil membunuh petinju bernama Jean Francis Born, 14 April 1878. Beberapa lainnya pun bernasib sama, tentunya tetap beruang yang telah direbut berbagai kekuatannya oleh manusia yang kerap menjadi korban dalam tinju tersebut.

Di era itu pula, beruang yang berhasil menang mendapatkan berbagai popularitasnya. Sebut saja, beruang bernama Victor yang sukses sepanjang masa dalam berbagai pertandingan tinju. Sampai Victor muncul di berbagai acara TV populer, serta unjuk gigi di acara halftime ABA (gulat Semi-Pro ).

Di Porta Costa, California, seekor beruang setempat juga meraih ketenaran akibat kemampuannya bertinju. Pada 27 Juni, 1885, surat kabar Contra Cost Gazette melaporkan salah satu pertandingan tersebut. "Sebuah pertandingan yang singkat namun menyenangkan digelar di Port Costa Tuesday antara Thomas Huckstep of Martinez dan beruang Scammon yang reputasinya sudah terdengar di mana-mana. [...] Huckstep memulai dengan pukulan feint di hidung beruang. Bruin [...] memberikan pukulan kanan, dan menghantam keras Huckstep. Bruin langsung menyusul dengan pukulan kiri, menjatuhkan Huckstep. Huckstep langsung keluar dari ring, dan wasit Bob Lee menyatakan pertandingan berakhir. Bruin mengalahkan lawannya hanya dalam satu ronde."

Lepas dari siapa yang menang, pertandingan tinju tersebut sempat membuat pemerintah di berbagai negara melarangnya. Selain berbahaya, juga sebagai bentuk perlindungan kepada beruang yang dipaksa untuk bertinju layaknya manusia tapi seluruh gigi dan cakarnya dicabuti semua sebelum bertanding.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top