Dianggap Ajang Pamer Aurat, Puluhan Santri Demo Jember Fashion Carnival

Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief didampingi japolres Jember saat menemui peserta aksi demo JFC. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief didampingi japolres Jember saat menemui peserta aksi demo JFC. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

PASURUANTIMES, JEMBER – Meski Forkopimda Jember, tokoh agama, dan ulama sudah menggelar pertemuan untuk menyikapi event Jember Fashion Carnival (JFC) Ke-18 yang terkesan mengumbar aurat pada Selasa sore kemarin, Rabu (7/8/2019) puluhan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Jember (ASJ) tetap melakukan aksi demo di depan halaman Pemkab Jember.

Aksi demo puluhan santri ini mendapat pengawalan 200 polisi dari Polres Jember. Dalam aksinya, selain memampang satu banner dan beberapa poster yang berisi hujatan terkait event JFC, puluhan santri juga mendesak Pemerintah Kabupaten Jember untuk meminta maaf kepada masyarakat.

Para peserta aksi menilai, event JFC yang mendatangkan artis ibu kota pada Minggu lalu dinilai tidak mencerminkan masyarakat Jember yang bertradisikan pesantren. Terlebih kostum yang dikenakan artis Cinta Laura saat tampil di depan publik. Padahal, banyak anak dan tokoh yang hadir.

“Event JFC dengan mengumbar aurat telah melukai hati para pejuang Jember yang berlatar belakang pesantren seperti KH Ahmad Shidiq, KH Khotib Umar dan segenap tokoh yang telah berjuang dengan susah payah mencitrakan Jember sebagai kota religius,” ujar Ahmad Taufiq, salah satu peserta aksi dari Tanggul.

Dalam demo tersebut, ada lima tuntutan yang disuarakan  peserta aksi yang tergabung dalam ASJ. Di antaranya, penyelenggara JFC dan bupati Jember harus meminta maaf kepada masyarakat dan komunitas pesantren, bupati harus bertanggung jawab atas keteledoran penyelenggara JFC, serta JFC tahun depan harus menonjolkan budaya lokal Jember dengan tidak mengeksplor budaya luar.

Selain itu, jika tuntutan-tuntutan ini tidak dipenuhi, ASJ akan kembali melakukan aksi turun jalan dengan membawa massa yang lebih besar lagi.

Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, yang menemui peserta aksi, menyampaikan bahwa apa yang disuarakan para santri yang tergabung dalam ASJ sejatinya sudah dibahas oleh seluruh komponen Forkopimda Jember, ulama dan beberapa budayawan. Menurut wabup, event JFC beberapa waktu yang lalu memang di luar dugaan.

“Artis yang datang ke Jember untuk menyemarakkan JFC kemarin kehadirannya begitu spontan. Kehadirannya untuk menghormati almarhum (Dynand Fariz, red) sehingga pihak penyelenggara tidak sempat melakukan briefing dan arahan-arahan. Dan ini sudah dirasakan oleh pihak manajemen ketika artis tersebut mengenakan kostum yang viral itu,” ujar wabup di hadapan peserta aksi.

Karena itu, usai event JFC, Forkopimda Jember dan beberapa ulama serta manajemen JFC siap mengakomodasi masukan-masukan dan meminta maaf kepada masyarakat Jember. “Ini memang keteledoran dan kami mewakili Pemerintah Kabupaten Jember meminta maaf. Ke depan, tidak hanya JFC, tapi kegiatan-kegiatan lainnya seperti Tajem maupun kegiatan lain akan dilakukan koreksi,” ucap  wabup.

Sementara, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo , yang memimpin langsung pengamanan aksi tersebut menyatakan bahwa pihaknya menyampaikan terima kasih kepada peserta aksi yang telah berjalan dengan tertib.

“Ada 200 personel yang kami kerahkan karena memang dalam izinnya, estimasi yang disebutkan mencapai ribuan. Jadi, pengamanan ini  bukan berlebihan, tapi sudah sesuai dengan SOP,” pungkas kapolres. 

 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pasuruantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pasuruantimes.com | marketing[at]pasuruantimes.com
Top