Kondisi truk yang terseret banjir pada Jumat pagi, setelah banjir surut (Foto: Moch. R. Abdul Fatah/ LumajangTIMES)
Kondisi truk yang terseret banjir pada Jumat pagi, setelah banjir surut (Foto: Moch. R. Abdul Fatah/ LumajangTIMES)

Walau banjir bandang merupakan kejadian biasa bagi para penambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru, namun pada saat tertentu menyebabkan kerugian bagi para pekerja tambang.

Seperti yang terjadi kamis malam (14/12) kemarin, sebuah truk yang masih berada di DAS Semeru di Desa Jugosari Kecamatan Candipuro gagal keluar dari arus deras yang bermaterial air dan pasir, akibatnya truk tersebut terseret banjir hingga beberapa meter dari tempatnya.

Beruntung dalam kejadian ini pengemudi truk sempat menyelamatkan diri sehingga tidak ikut terseret banjir yang membawa material pasir dan batu-batu kecil.

Akibat kejadian ini juga, puluhan truk lainnya yang sedianya juga akan mengangkut pasir gagal keluar dari lokasi yang sama, karena arusnya sangat deras dan menunggu sampai arus banjir kembali mereda.

"Besok kalau banjirnya sudah surut, baru truk ini bisa kita tarik ke tepi sungai. Kalau sekarang masih agak sulit karena arusnya cukup deras," kata salah seorang pengemudi.

Untuk melihat posisi truk yang terseret truk, warga menyalakan lampu motor yang diarahkan kepada truk yang sedang diseret banjir.

Kejadian seperti ini cukup sering terjadi, jika terjadi hujan deras di wilayah lereng Semeru. Banjir ini cukup berbahaya, namun disisi lain membawa material pasir yang tentu saja merupakan berkah bagi pemilik usaha tambang di sejumlah DAS Semeru.