Pelaku saat menjalani gelar perkara di Mapolres Lumajang. (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)
Pelaku saat menjalani gelar perkara di Mapolres Lumajang. (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)

Gara-gara istri teman digoda, dua nyawa dihabisi. Pembunuhan itu terjadi di Lumajang.

Kasus tersebut diungkap Satreskrim Polres Lumajang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Roy Aquary Prawirosastro dalam press release pada hari ini, Selasa siang (06/03) yang bertempat di Mapolres Lumajang. Kasat reskrim menyampaikan keberhasilan Polres Lumajang dalam melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki pelaku pembunuhan bernama Mohamad Sora (30).

Pelaku asal RT 03 RW 04 Dusun Klobuk Kulon, Desa Coban Joyo, Kecamatan Kajayan, Pasuruan, yang kini tinggal di Lumajang itu berhasil dibekuk oleh jajaran Satreskrim Lumajang pada Senin kemarin (05/03). "Satreskrim dengan dibantu pihak-pihak lain akhirnya berhasil membekuk salah satu dari empat komplotan pelaku pembunuhan. Sedangkan tiga temannya masih dalam proses pengejaran," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Roy Aquary Prawirosastro kepada sejumlah awak media saat press release di mapolres.

Sora merupakan salah satu dari empat pelaku aksi penganiayaan dan pembunuhan terhadap dua korban bernama Misdiono (32) dan Agus Sutikno (33) pada 30 Januari 2015. Kedua korban merupakan warga Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang.

Pelaku tega menghabisi para korbannya dengan menggunakan sebilah celurit karena merasa tidak terima atas perlakuan para korban yang sering dianggap menggoda istri teman pelaku lain. "Saya melakukan karena solidaritas sebagai teman," kata Sora./p>

Sebelum pembunuhan, pelaku sempat mendekam di rumah pesakitan Polres Lumajang karena tersandung kasus kepemilikan narkoba. Pelaku baru saja menghirup udara bebas dan kini kembali harus mendekam di penjara dengan kasus yang berbeda.

Dari hasil penangkapan, pihak petugas berhasil menyita 1 buah jaket dan 1 celurit yang digunakan pelaku menghabisi korban. Kini, pelaku dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Pelaku baru saja keluar dari rutan. Kini, pelaku harus berurusan hukum kembali dengan kasus yang berbeda. Pelaku dijerat pasal 351 KUHP dengan hukuman 12 tahun" pungkas AKP Roy Aquary Prawirosastro.

Sementara itu, polisi yang sudah mengantongi identitas teman pelaku sedang melakukan pengejaran. (*)