Lumpuhnya pelayanan akibat disegelnya kantor desa Jugosari oleh ahli waris. (Foto : Ahmad Jafin/JatimTIMES).
Lumpuhnya pelayanan akibat disegelnya kantor desa Jugosari oleh ahli waris. (Foto : Ahmad Jafin/JatimTIMES).

Kantor Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, mulai Senin pagi tadi (07/05) terlihat sepi. Sejumlah aparatur pemerintah desa mulai dari staf hingga kepala desa tidak ada satupun yang melakukan aktivitas kerja dan pelayanan di kantor desa.

Lumpuhnya aktivitas pelayanan pemerintah desa dipicu karena kantor desa setempat disegel oleh ahli waris sebagai buntut sengketa tanah tempat bangunan tersebut berdiri.

Dari hasil pantauan di lapangan, penyegelan dilakukan oleh pihak pemilik lahan dengan menggunakan dua batang bambu berukuran cukup besar yang ditempatkan di pintu masuk kantor desa.

Selain itu, sebuah kalimat bertuliskan 'kantor ini disegel' juga dipasang bersamaan dengan dua batang bambu tepat di pintu masuk kantor desa.

"Lahan di mana kantor desa didirikan selama ini statusnya masih dalam sengketa," ujar Muji selaku ahli waris lahan yang sekarang dijadikan kantor desa Jugosari, Senin (7/5/2018).

Jumainah, salah seorang warga desa Jugosari, mengatakan, ditutupnya kantor desa oleh pihak ahli waris diduga dipicu akibat adanya pemilihan kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW) yang telah berlangsung beberapa waktu yang lalu.

Di mana seperti yang sudah diketahui saat digelarnya PAW, Muji merupakan ahli waris yang sekaligus turut serta dalam kontestasi pencalonan dan pemilihan kepala desa PAW namun dirinya gagal memenangkan pemilihan tersebut.

"Beberapa bulan yang lalu ada pelaksanaan pemilihan kepala desa PAW. Saat itu yang berkompetisi ada nama Bapak Muji dan Bapak Mahmudi. Yang terpilih sebagai kepala desa PAW saat itu adalah Bapak Mahmudi," papar Jumainah kepada media.

Dirinya juga menambahkan bahwa jika hal ini masih terus berlanjut, tentu akan merugikan warga setempat. Apalagi sekarang masyarakat Jugosari sedang membutuhkan pelayanan maksimal dari pemerintah desa. Seperti pengurusan berkas-berkas untuk berbagai kebutuhan.

"Ya, kami sebagia warga biasa tentunya sangat mengharapkan sengketa ini segera teratasi agar tidak mengganggu dan merugikan masyarakat Jugosari, utamanya karena kantor desa berfungsi sebagai ruang pelayanan untuk warga," tutur Jumainah dihadapan awak media.

Sementara itu, Mahmudi selaku Kepala Desa Jugosari, mengungkapkan, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setempat bersama ahli waris agar permasalahan ini secepatnya teratasi. Hal ini mengingat sangat pentingnya kantor desa sebagai sarana untuk melakukan pelayanan terhadap warga Jugosari.

"Kami segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan ahli waris agar secepatnya menemukan solusi. Sehingga masyarakat bisa kembali kita layani," tandas Mahmudi Kepala Desa Jugosari saat memberikan keterangan dihadapan media.