Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH menunjukkan mobil yang digunakan pelaku (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH menunjukkan mobil yang digunakan pelaku (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ulahnya terbilang cukup berani. Dalam melakukan aksinya RH (40) warga dusun Legung Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, oknum wartawan sebuah surat kabar mingguan ini mengaku buser Polda kemudian menculik warga dan meminta uang tebusan Rp 300 juta.

Peristiwa ini bermula ketika pada tanggal 24 Juni lalu, sekitar pukul 21.00, RH bersama empat rekannya mendatangi rumah korban Hanafi (38) warga Desa Sruni Kecamatan Klakah Lumajang kemudian meminta sejumlah uang. Karena kemauannya tidak dipenuhi, RH dan rekan-rekan kemudian memasukkan korban dalam sebuah mobil dan membawa kabur korban.

Istri korban yang kebingungan kemudian bertanya ke Polsek Klakah untuk mengetahui keberadaan suaminya. Ternyata Polsek Klakah memberikan informasi bahwa pihaknya tidak melakukan penangkapan terhadap suaminya. Saat itulah kasus ini kemudian ditangi Polsek Klakah dan Satreskrim Polres Lumajang.

Hanafi yang berada dibawah penguasaan pelaku, kemudian melakukan kontak dengan istrinya terkait dengan uang tebusan. Setelah negosiasi, kemudian disepakati uang tebusan Rp 100 juta. Melalui kontak telepon ini, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku. 

Polisi terus melacak keberadaan komplotan ini melalui HP yang digunakan. Baru pada keesokan harinya, yakni pada hari Senin (25/6), komplotan ini berhasil dibekuk Satreskim Polres Lumajang ketika berada di SPBU Sukodono Lumajang.

"Kami berhasil mengamankan tiga pelaku, dan korban yang saat itu satu mobil dengan pelaku. Sedangkan dua pelaku lainnya sampai saat ini masih menjadi target penangkapan kami," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH, dalam konferensi pers hari ini, Jumat (29/6) di Mapolres Lumajang. 

Dua rekan RH yang juga berhasil ditangkap adalah NK (35) warga dusun Karangber Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul Yogyakarta dan ZA ((34) warga dusun Legong Desa Dawuhan Wetan Kecamatan  Rowokangkung, Lumajang.

Sedangkan dua pelaku lainnya yakni P dan F, sampai saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Menurut AKP Hasran SH, selama ini RH memang cukup sering melakukan pemerasan. Modusnya mulai dari mengaku sebagai polisi dari Polda Jatim dan Anggota BNN Jatim. Untuk membuat korbannya percaya, RH sering mengenakan baju bertuliskan Police dan membawa air soft gun yang senjata mirip senjata api milik polisi.

"Dalam penangkapan ini kami juga mengamankan satu unit mobil Datsun Go, sebuah senjata Air Soft Gun, rompi doreng dan sejumlah ID Card wartawan," kata AKP Hasran.

Dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim meminta kepada masyarakat Lumajang yang menjadi korban pemerasan untuk melapor ke Polres Lumajang. Karena diduga komplotan ini sering mendatangi kepala desa dan meminta sejumlah uang.