Ambulance yang membawa korban dari lapas ke RSUD Dr. Haryoto. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Ambulance yang membawa korban dari lapas ke RSUD Dr. Haryoto. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

Sejam sebelum waktu shalat Jumat (31/8/2018), halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lumajang mendadak ramai.

Beberapa awak media mengerubungi 2 jenazah yang dimasukkan ke dalam ambulance oleh beberapa petugas medis dan lapas.

Kedua jenazah tersebut merupakan Alm. Rasyid (30) dan Almh. Fatimah (20), pasangan suami istri yang ditemukan tewas di ruang besuk tahanan, pagi tadi.

Kedua jenazah sempat dibawa ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang terkait penyelidikan meninggalnya pasangan ini, sayangnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

"Rasyid dan Fatimah meninggalkan anak laki-laki berusia 2 tahun. Kami kaget dan terpukul mendengar kejadian tersebut," papar Misrul, paman Fatimah saat ditemui di depan Ruang Jenazah RSUD.

Misrul menceritakan salah satu kakak korban sempat punya firasat buruk mengenai kejadian tragis ini.

Misrul juga menjelaskan bahwa kedua jenazah akan langsung dimakamkan di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, sesuai tempat tinggal korban dan keluarga besarnya.

"Sudah disiapkan makam di sana, ini saya juga didampingi Pak Inggi (Kepala Desa -red.)," tambahnya.

Hingga saat ini, ibunda dari Alm. Rasyid yang ikut mengantarkan Alm. Fatimah ke lapas masih diperiksa di Polres Lumajang sebagai saksi dalam kasus ini.

Kuat dugaan kedua korban bunuh diri bersama, indikasi ini didasarkan atas percobaan bunuh diri sebelumnya yang dilakukan Alm. Rasyid, dengan meminum racun serangga sebelum ditahan atas pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Polisi juga masih memeriksa sisa cairan di dalam botol kosong dan gelas yang ditemukan tepat di samping kedua jenazah saat ditemukan. Sementara itu kedua jenazah masih terbujur kaku di ruang jenazah RSUD.