Ilustrasi pemilih pemilu (Ist)

Ilustrasi pemilih pemilu (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto



Pemilu 2019 tinggal hitungan bulan. Bola panas dari kedua belah kubu terus memanas dalam kontestasi pemilihan presiden khususnya.

Sedangkan kontestasi DPR, DPD dan DPRD terlihat hambar di tengah masyarakat. 

Hanya barisan banner di berbagai jalan yang meramaikannya.

Tapi, masyarakat dimungkinkan tidak mengetahui berapa seebenarnya anggaran yang dihabiskan untuk Pemilu 2019. Atau berapa banyak TPS, baik dalam dan luar negeri sampai TPS keliling yang akan mewarnai kontestasi tersebut. 

Juga seberapa banyak sebenarnya DPT dalam dan luar negeri serta jumlah gender dan klasifikasi umur pemilih pemilu 2019 ini.

MalangTIMES merangkum berbagai pernik informasi tersebut sebagai bagian dalam menyebarkan informasi publik terkait pemilu 2019 yang kini lebih banyak diisi dengan berbagai 'perkelahian' tidak produktif bagi masyarakat.

Dari sumber Komisi Pemilihan Umum (KPU) biaya pemilu 2019 mencapai Rp 24,8 triliun dengan 7.698 calon wakil rakyat dan diikuti oleh 20 partai politik. 

Alokasi anggaran ini naik sekitar 3 persen dibandingkan dengan biaya pemilu tahun 2014 lalu yang menghabiskan Rp 24,1 triliun. 

Naiknya anggaran pemilu yang digunakan untuk membiayai agenda demokrasi yakni pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif 2019 dikarenakan juga adanya kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pertahanan dan keamanan saat pesta demokrasi berlangsung di tahun 2019. 

Seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian serta berbagai potensi yang akan mengganggu jalannya pemilu 2019 datang.

Untuk data tempat pemilihan suara (TPS) pemilu 2019 sebanyak 805.068 yang akan berdiri di dalam negeri. 

Sedang di luar negeri mencapai 602 dan kotak suara keliling (KSK) dipersiapkan sebanyak 1.501 unit. 

Dalam jumlah TPS pun, pemilu 2019 mengalami peningkatan dari pemilu 2014 yang sebanyak 477.291 unit.

Bagaimana dengan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019, baik di d alam negeri maupun luar negeri? 

Data KPU mencatat, DPT pemilu 2019 dalam negeri sebanyak 192,8 juta orang. 

Sedangkan untuk DPT di luar negeri mencapai 2,05 juta orang. 

Dengan proporsi gender pemilih pemilu 2019 di dominasi kaum hawa sebanyak 96,5 juta jiwa dan pria sejumlah 96,2 juta orang.

Tak heran, kedua belah kubu dalam pilpres khususnya menjadikan kaum hawa sebagai pemilih potensial. 

Berbagai frasa 'emak-emak' berpolitik telah menjadi bagian dan warna dalam pemilu 2019 ini.

Data umur pemilih masih didominasi warga yang berusia antara 31-40 sejumlah 22,75 persen.

Diikuti pemilih berumur 21-30 dengan angka prosentase 22,46 persen. 

Sedangkan pemilih berusia 41-50 hanya sebanyak 19,67 persen yang diikuti usia 51-60 sekitar 14,1 persen. 

Di bawahnya adalah usia diatas 60 tahun sebanyak 11,85 persen dan usia kurang dari 20 tahun dengan angka prosentase mencapai 9,17.

Berbagai data inilah yang sejak kampanye pemilu 2019 berjalan beberapa waktu lalu menjadi bagian yang terus disasar para kontestan. 

Menjadi rebutan dalam upaya menjadikannya sebagai pengikut dan pemilih kontestan pemilu 2019.


End of content

No more pages to load