Sehat, imut dan cantik. Kondisi bayi yang ditemukan di pos kamling Dusun Kendal, Sragi, Songgon, saat ini dirawat di RSUD Genteng.

Sehat, imut dan cantik. Kondisi bayi yang ditemukan di pos kamling Dusun Kendal, Sragi, Songgon, saat ini dirawat di RSUD Genteng.



Sejak ditemukannya bayi cantik di dalam kardus di sebuah pos kamling wilayah Dusun Kendal, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, banyak masyarakat yang berdatangan langsung melihat kondisinya. Baik saat masih dirawat  kali pertama di Puskesmas Songgon maupun ketika dipindah ke RSUD Gemteng.  Bahkan, puluhan warga itu pun berebut ingin mengadopsi bayi perempuan yang imut dan menggemaskan tersebut.

Karena animo puluhan ibu muda (bumud) tersebut tak terbendung, akhirnya pihak Puskesmas Songgin mendaftar nama-nama mereka yang berkeinginan mengadopsi bayi tersebut. "Puluhan warga yang mendaftar untuk mengadopsi bayi ini dari Puskesmas Songgon sudah ada 49. Tapi data ini nanti akan kami serahkan ke Dinas Sosial Banyuwangi," kata salah satu karyawan Puskesmas Songgon.

Sementara info yang berhasil dihimpun media ini, saat bayi temuan tersebut dirawat di RSUD Genteng, sudah ada tambahan satu lagi warga yang mendaftar dan bermaksud mengadopsi. "Sampai sekitar pukul 22.00 WIB Selasa (2/4/19) tadi malam, berarti sudah ada 50 warga masyarakat yang mendaftar untuk mengadopsi bayi itu," terang dr Fuad Hariyanto, dokter di RSUD Genteng, kepada media ini.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Banyuwangi  Edy Supriyono melalui Kabid Daya Resos Tatik T.M. Rabu (3/4/19) ini akan melakukan
koordinasi dengan pihak RSUD Genteng. "Koordinasi terkait tindak lanjut temuan bayi ini yang memang menjadi domainnya Dinas Sosial," jelas  Fuad.

Diberitakan sebelumnya, temuan bayi perempuan di sebuah pos kamling menggegerkan warga Dusun Kendal, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (2/4/19) pukul 02.30 dini hari. Bayi tersebut diyakini sengaja dibuang oleh orang tuanya.

Saat ditemukan, bayi itu masih dalam keadaan hidup. Bayi berparas cantik itu langsung mendapat perawatan petugas Puskesmas Songgon sebagai penanganan pertama untuk penyelamatan.

Bayi malang itu pertama diketahui seorang warga yang sedang berjalan di depan pos kamling tersebut sekitar pukul 02.30 WIB. Saat melintas, warga itu mendengar suara tangisan bayi. Setelah dicek, di pos kamling itu, terdapat kardus yang berisi bayi.  

Saat ditemukan, bayi itu dibalut dengan kain berwarna hitam. Sementara di tubuh bayi dan kain yang membalutnya, terdapat banyak bercak darah namun tali pusarnya sudah dipotong tanda baru dilahirkan. 


End of content

No more pages to load