Mencuat berbagai kesalahan dari daerah terkait pemilu 2019 (Nana)

Mencuat berbagai kesalahan dari daerah terkait pemilu 2019 (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Pemilu 2019 telah usai. Tapi, gelombang saling serang dan adu data hasil pencoblosan terus bergulir dan meramaikan masyarakat. Terutama di media sosial (medsos) dalam berbagai platformnya. Ditambah berbagai komentar para elit politik pusat, baik terkait adanya kecurangan pemilu, hasil quick count, sampai pada adanya klaim kemenangan dari paslon capres cawapres 02. Berbagai kondisi tersebut yang membuat pemilu 2019 sampai H+2 masih terasa panas.

Di Kabupaten Malang, misalnya, sempat diramaikan dengan adanya 3.879 lembar surat suara DPRD Kabupaten Malang yang salah alamat. Serta terjadi di 34 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di 16 desa di 10 kecamatan Kabupaten Malang.

Adanya kesalahan alamat kirim surat suara DPRD Kabupaten Malang ditemukan Bawaslu yang telah mempersilahkan caleg bila akan melakukan gugatan. Dikarenakan, hak suara yang dimungkinkan didapatkan oleh para caleg tersebut, akhirnya hilang. "Kalau memang ada yang keberatan silahkan mengajukan gugatan. Nantinya akan kami proses sesuatu tahapan yang tertuang dalam regulasi. Dan sebelumnya, memang sudah ada beberapa orang yang menghubungi menyatakan keberatan," kata M Wahyudi Ketua Bawaslu Kabupaten Malang.

Tertukarnya surat suara DPRD Kabupaten Malang terjadi di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan. Lantas desa Bantur, Kecamatan Bantur, serta di wilayah Kecamatan Tumpang, Kromengan, Tajinan, Wagir, Gedangan, Wajak dan Turen. 

Di tingkat KPU RI, secara langsung juga dinyatakan adanya kesalahan entri data C1 di sistem informasi penghitungan suara (Situng) Pemilu 2019. Hal ini terdapat di 9 TPS yang tersebar di beberapa wilayah. Yakni, di Kota Mataram, NTB di TPS 17 Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Dilanjut di Lombok Tengah, TPS 3 Desa Gonjak Kecamatan Praya, DKI Jakarta di  TPS 93 yang berada di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kemudian di Provinsi Riau TPS 10, Kelurahan laksamana, Dumai. Di Jawa Tengah juga ditemukan adanya salah entri data oleh petugas operator Akting. Yakni di 2 TPS yang berada di TPS 25, Kelurahan Banjarnegoro, Kecamatan Martoyudan, Kabupaten Magelang. Kemudian berada di TPS 7, kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo. 

"Kesalahan entri data tersebut sebagian sudah diperbaharui dan lainnya dalam proses," ujar Komisioner Viryan Aziz di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/04/2019) seperti dilansir beberapa media nasional.

Daerah lain yang salah entri data ada di Maluku di TPS 6 Kelurahan Lesane Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Kemudian terdapat di Banten, Kota Serang di TPS 39 Kelurahan Cipete Kecamatan Curug. Sedangkan terakhir di Jawa Barat di TPS 15 desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

KPU menampik berbagai dugaan masyarakat terkait kesalahan entri data itu. "Murni karena kekeliruan petugas dalam memasukkan data, bukan karena hacking atau serangan siber lainnya," ujar Viryan  yang juga  menolak keras adanya dugaan terkait  KPU  melakukan kecurangan. 

 


End of content

No more pages to load