Sutrisno Bachir.

Sutrisno Bachir.



PASURUAN - Pemerintah mendorong kalangan santri dan alumni pondok pesantren menjadi penggerak ekonomi keumatan. 

Santri yang selama ini digembleng ilmu agama Islam berubah mindset sebagai seorang pengusaha di masyarakat bawah.

“Sinergi pemerintah dan pesantren akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Minimal ada enam persen santri dan alumni santri yang bisa menjadi pengusaha,” kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional RI, Sutrisno Bachir, saat Dialog Ekonomi Ummat tentang Penguatan Peran Pesantren menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Menurut Sutrisno Bachir, dengan bersinerginya kalangan pesantren dalam bidang ekonomi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari lima persen menjadi tujuh hingga delapan persen.

Target ini akan lebih cepat tercapai jika kalangan pesantren di Jatim dan Indonesia bergerak secara bersama-sama.

“Kami berharap, sinergi ini akan menjadi bola salju dalam menggerakkan ekonomi ummat. Karena pesantren memiliki segala potensi ekonomi dan sumberdaya yang jika digerakkan bersama akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” tandasnya.

Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan, insfrastruktur permodalan, program dan sasaran yang akan dicapai. 

Sementara kalangan pesantren diharapkan bisa menyesuaikan dan menyiapkan kader atau santri dan alumninya.

“Kekuatan ekonomi ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ke empat dunia di bidang ekonomi pada tahun 2045,” tegas Sutrisno Bachir.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Zainal Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, KH Mutawakil Alala menyatakan pihaknya mengapresiasi program ekonomi ummat dari pemerintah. 

Program ini sudah sejalan dengan unit-unit bisnis yang dimiliki para alumni santri.

“Ada beberapa aspek ekonomi yang sudah kami jalankan. Ada sektor hortikultura, perikanan dan peternakan serta kerajinan. Program ekonomi ini sudah di jalankan para santri dan alumni pesantren,” kata KH Mutawakil Alala.


End of content

No more pages to load